Presiden Jokowi Ingatkan Bahaya 'Pihak Asing' Ikut Campur terhadap Negara yang Konflik

Jika sebuah negara mengalami konflik, menurut Jokowi, negara-negara lain akan ikut memperkeruh suasana.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/BIRO PERS SETPRES
Presiden Joko Widodo berlatih memanah di Pusdikzeni, Bogor, Jabar, pada Sabtu (14/1/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, BANDUNG - Presiden Joko Widodo berpesan agar rakyat Indonesia tidak mudah diadu domba dan dipecah belah.

Ia juga mengingatkan agar jangan ada pihak tidak bertanggung jawab yang memecah belah rakyat Indonesia.

"Jangan sampai ada yang menggoda-goda kita untuk tidak rukun, tidak bersatu," ujar Jokowi, di sela penyaluran sertifikat lahan di Graha Batununggal Indah, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/4/2017).

Jokowi mengatakan, banyak negara yang telah mengalami konflik dan sulit bersatu kembali.

"Contoh-contoh di negara lain banyak, kalau sudah tidak rukun, mau kembali rukun itu sangat sulit sekali," ujar Jokowi.

Jika sebuah negara mengalami konflik, menurut Jokowi, negara-negara lain akan ikut memperkeruh suasana.

"Nanti asing juga ikut cawe-cawe, manas-manasi, ngompor-ngompori."

"Tidak! Kita ingin kita ini bersatu, negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, hingga saat ini, Indonesia masih menjunjung tinggi persatuan serta masih hidup rukun dan damai. (KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved