Kasus Bom Kampung Melayu Jakarta
Kutuk Pelaku Bom Kampung Melayu, Tokoh Pemuda Katolik DIY Ini Minta Kekuatan Densus 88 Ditambah
Pemerintah dan Kapolri perlu memperkuat lagi peran densus sehingga keberadaannya bisa sampai di tingkat resort atau kota dan kabupaten.
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Peran Detasemen Khusus (Densus) 88 - Anti-Teror Kepolisian RI perlu lebih ditingkatkan lagi.
Pemerintah dan Kapolri perlu memperkuat lagi peran densus sehingga keberadaannya bisa sampai di tingkat resort atau kota dan kabupaten.
"Kami melihat saat ini keberadaan pasukan Densus 88 Anti-Teror ini hanya ada di mabes atau tingkat Polda," ujar aktivis Pemuda Katolik Komisariat Daerah DIY, FX Endro Tri Guntoro, Kamis (24/5/2017).
"Belum sampai menjangkau sampai tingkat polres atau kabupaten seperti detasemen-detasemen lain pada Polri."
"Pemerintah perlu memperkuat detasemen ini ada di tingkat polres," katanya menambahkan.
Mewakili Pemuda Katolik, Endro mengutuk keras teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Ia menyatakan duka mendalam dan mengajak masyarakat bersama aparat supaya tidak takut serta melawan berbagai bentuk teror.
Endro mengatakan, Densus Antiteror Polri memiliki tugas semakin berat.
Tidak sekadar tugas mengawasi pergerakan sel-sel kelompok radikal tetapi juga memberantas jaringan kelompok radikal sebelum ada korban berjatuhan.
Ia mengamati, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, teror tidak hanya menyasar rumah ibadah dan fasilitas umum namun juga menjadikan anggota Polri sebagai target.
Endro menilai, penguatan pemerintah terhadap Densus 88 Anti-eror Polri ini dapat dilakukan dalam berbagai kebijakan strategis.
Kebijakan itu, antara lain, penambahan personel densus, penambahan dukungan pos anggaran operasional detasemen, dan penambahan sarana pra sarana pendukung operasi.
''Apabila peran Densus 88 Anti-Teror Polri digagas sampai ditingkat Polres akan dirasakan lebih strategis untuk mendeteksi gerak jaringan radikalis dan kelompok teroris sejak dini,'' kata mantan jurnalis itu.
Endro mengungkapkan beberapa dugaan yang mendasari perlunya penambahan kekuatan Densus 88.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kondisi-lokasi-bom-di-sekitar-terminal-kampung-melayu_20170525_182015.jpg)