Kasus Bom Kampung Melayu Jakarta
Wakapolda Jateng Sebut Bripda Imam Gilang Naik Pangkat Jadi Briptu Karena Gugur dalam Tugas
Setelah upacara penyambutan di bandara selesai, jenazah Briptu Anumerta Imam dibawa ke rumah duka di Klaten.
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Indrajit, memimpin upacara penyambutan jenazah almarhum Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata.
Jenazah tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Kamis (25/5/2017) sore.
Pantauan TribunSolo.com, jenazah Briptu Imam Gilang tiba di Bandara Adi Soemarmo pukul 15.30 WIB.
Menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 228.
Adapun upacara penyambutan diikuti ratusan personel dari TNI/ Polri.
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Indrajit, di Bandara Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Kamis (25/5/2017) sore. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)
"Bripda Imam dinaikan pangkatnya menjadi Briptu karena gugur sebagai pahlawan pada saat tugas," kata Indrajit, seusai upacara penyambutan jenazah Briptu Anumerta Imam di Bandara Adi Soemarmo, Kamis sore.
Briptu Imam merupakan angkatan Bintara 39 dan bertugas di Polda Metro Jaya.
Setelah upacara penyambutan selesai, jenazah Briptu Anumerta Imam dibawa ke rumah duka di Kampung Sragu Gede RT 007, RW 005 Kelurahan Menjayan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten.
Disunggung pascaledakan bom di Kampung Melayu Jakarta Timur, Wakapolda, mengaku akan meningkatkan pengamanan.
"Mulai dari petugas yang di lapangan dan di mako (markas komando), Red) kita tingkatkan pengamanan," ujarnya menegaskan.
Peningkatan pengamanan dilakukan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Kampung Melayu tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jenazah-almarhum-briptu-anumerta-imam-gilang-adinata_20170525_173454.jpg)