Menginap di Hotel? Hati-hati saat Menggunakan Water Heater
Sementara air, menurut Setiana, juga merupakan penghantar layaknya tubuh manusia.
"Kesalahan teknis sedikit saja bisa fatal akibatnya," papar Setiana.
Sepanjang penggunaan pun, lanjutnya, water heater perlu diservis secara rutin.
"Harus dicek ulang kelaikan kabelnya, kondisi dinding di belakangnya, dan lain-lain," tuturnya.
Opsi selain water heater individual
Selain water heater satuan di tiap kamar, hotel punya beberapa opsi lain untuk pemanas air.
"Bisa pakai boiler, solar cell, atau PHE (Plate Heat Enhancer) seperti yang digunakan oleh Santika Jogja."
"Dua opsi terakhir lebih aman dan tidak berisiko, juga zero waste," tutur Setiana.
Demi keselamatan, ia menghimbau wisatawan untuk berhati-hati ketika mendapati water heater di kamar mandi hotel.
"Lebih baik tanyakan dulu kepada resepsionis atau petugas hotel, apa yang mereka gunakan untuk memanaskan air."
"Jika mendapati water heater terutama elektrik di kamar, cek terlebih dahulu dinding di belakangnya."
Jika ada yang bocor, segera laporkan ke pihak hotel," tutupnya. (KOMPAS.com/Sri Anindiati Nursastri)
Berita ini telah dimuat di Kompas.com pada Jumat (26/5/2017) dengan judul: Hati-hati Pakai "Water Heater" Saat Menginap di Hotel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/water-heater_20170528_125952.jpg)