Kata Pakar tentang Menu Sahur Nasi dan Mie Instan : Kesalahan Besar!
Sahur menjadi momen vital untuk menyiapkan tubuh agar berkecukupan akan bahan-bahan makanan seperti sumber energi, protein, lemak, dan serat
“Jadi, ya makan ikan atau ayam, tetapi tidak boleh itu saja. Kan ada orang yang tidak makan nasi, makannya hanya protein saja. Itu tidak boleh saat lagi puasa,” ucapnya.
Lalu, lemak pun harus dipilih yang sehat dan bukan dari gorengan.
Dia menuturkan, kalau lemak dari gorengan itu lemak trans yang sangat berbahaya.
Terlalu banyak makan gorengan malah akan memberikan rasa haus di mulut.
Lalu, jangan lupa juga untuk minum setidaknya tiga gelas air dan hindari kopi atau teh yang bersifat diuretik atau membuang air.
Nah, ketika menjelang imsak, perut harus diisi kembali dengan buah yang tinggi air, karbohidrat kompleks, dan serat.
“Jadi, jangan menjelang imsak sudah tidak makan atau minum, harus makan buah yang utuh atau diblender,” katanya.
Jadi, apa pendapat dokter Samuel mengenai menu sahur yang hanya berisi nasi putih, mi instan, dan telur?
Dengan segera dia berseru bahwa menu tersebut salah.
“Itu salah, enggak bisa begitu! Itu harus lengkap seperti yang saya bilang. Kalau dia makan nasi dengan mi instan, itu artinya karbohidrat dengan karbohidrat yang sama-sama sederhana dan diserapnya cepat. Dia juga akan cepat lapar,” ujarnya. (Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa)
Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul Sahur dengan Nasi, Mi Instan, dan Telur? Jangan Dilakukan Lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mie-instan_20170531_144651.jpg)