Kebijakannya Banyak Dikritik, Menteri Susi Pudjiastuti Mengaku Bingung dan Heran
Tidak hanya permasalahan itu, wanita berumur 52 ini dikritik habisan-habisan oleh para nelayan mengenai alat tangkap cantrang.
Tidak hanya permasalahan itu, wanita berumur 52 ini dikritik habisan-habisan oleh para nelayan mengenai alat tangkap cantrang.
Padahal, dia sudah memberikan keringanan kepada nelayan untuk memperpanjang masa penggunaannya sampai akhir 2017.
Akan tetapi, kelonggaran itu tidak membuat para nelayan bergeming.
Mereka tetap menuntut penggunaan alat cantrang tetap diperbolehkan.
Namun, hal itu pastinya tidak bisa terjadi, sebab ada tuntutan dari Sang Petinggi Negara Presiden Joko Widodo untuk mempercepat masalah urusan cantrang.
Sehingga, mau tidak mau Susi harus menekan nelayan agar beralih ke alat tangkap lain.
Karena, penggunaan alat tangkap ikan cantrang terus menerus akan menghabiskan stok ikan perairan laut Indonesia.
"Saya tidak boleh ngomong cantrang karena Presiden ingin selesai tahun lalu."
"Ada permintaan keringanan, ya sudah kita kasih sampai 2017 selesai, yang kecil kita ganti alat tangkapnya, dibawah 10 GT, yang besar harus ganti."
"Bukan suruh ganti, boleh silahkan tapi harus ganti alat tangkapnya. Karena alat tangkap itu akan menghabiskan stok ikan kita," imbuh dia.
Susi mempersilahkan kepada siapapun yang tidak puas dengan kinerjanya untuk melapor ke Presiden Joko Widodo.
Jadi, dirinya mohon jangan urusan perikanan di politisasi.
Pengusaha kapal eks asing juga jangan sedikit-sedikit mengadu ke wakil rakyat terkait kebijakan.
Dalam hal ini, Susi tidak ingin merugikan nelayan, melainkan hanya ingin menguntungkan nelayan.
"Jadi jangan sampai masyarakat jadi alat politisasi dan keserahkahan beberapa pengusaha."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/susi-pudjiastuti_20170521_181235.jpg)