Ini Ancaman Hibrida Versi Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan

“Saat ini ancaman militer masih belum terlihat, tapi yang hibrida ini malah bisa mengancam tanpa kita sadari,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
​Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Sutrimo (dua dari kiri), menjadi pembicara di Seminar Nasional di UMS, Selasa (6/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan, Sutrimo, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman hibrida yang menyerang Indonesia.
 

Ancaman Hibrida merupakan adalah gabungan antara ancaman militer dan ancaman nonmiliter.

“Saat ini ancaman militer masih belum terlihat, tapi yang hibrida ini malah bisa mengancam tanpa kita sadari,” ujarnya.

"Kita harus waspada," kata dia, dalam Seminar Nasional Bersama dalam Kebhinekaan, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (6/6/2017).

Dalam perang hibrida, ujar Sutrimo, pelaku tidak jelas, sehingga pihak lawan yang akan membalas serangan tersebut akan kesulitan.

Oleh karena itu, sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman nonmiliter ini yang harus diperkuat.

Karena, bentuk-bentuk ancaman nonmiliter ini memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.

Ancaman hibrida, menurut Sutrimo, adalah bentuk perang baru, atau proxy war.

“Pola ancaman ini tidak pada sasaran tunggal atau asymetris dengan menggunakan segala media."

"Termasuk media sosial untuk upaya brain-washing atau cuci otak guna menciptakan dis-oerientasi bangsa yang semakin menjauh dari cita-citanya,” kata Sutrimo.

 Ini adalah bentuk perang baru, dengan melakukan cuci otak guna menghancurkan bangsa bersangkutan, dan ongkosnya murah meriah.

“Fenomena ini dapat kita saksikan pada perkembangan kondisi aktual bangsa Indonesia akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Sutrimo mengajak seluruh komponen bangsa untuk tetap selalu ingat tentang tujuan mengapa negara ini didirikan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved