Breaking News

Heli Basarnas Jatuh di Temanggung

Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung dan Proses Evakuasinya

Pukul 16.14 helikopter tersebut dipantau di Basarnas Commad Center Jakarta telah melewati batas ketinggian minimum.

Tayang:
Editor: Daryono
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO/humas Basarnas Jateng
Helikopter Basarnas saat berada di Lanumad Semarang, Minggu (2/7/2017) sesaat sebelum bertolak ke Dieng untuk tugas kemanusiaan. Heli dan 7 crew ini difoto oleh Affandi Humas Basarnas Jateng, yang kemudian juga ikut terbang ke Dieng. 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Delapan korban jatuhnya helikopter Basarnas di Bukit Muntung, Gunung Butak, Dusun Canggal Bulu, Desa Canggal Kecamatan Candiroto, gugur saat melaksanakan tugas evakuasi letupan di kawah Sileri Banjarnegara.

Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi mengatakan pukul 16.00 helikopter Basarnas diawaki empat orang crew dan empat orang tim rescue menuju ke lokasi letupan kawah tersebut.

Pukul 16.14 helikopter tersebut dipantau di Basarnas Commad Center Jakarta telah melewati batas ketinggian minimum.

Helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas) jatuh usai menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) sore.
Helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas) jatuh usai menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) sore. (tribunjateng/cetak/grafis ilham cahyo)

"Penyebabnya kami belum tahu."

"Tiga menit setelah itu kami melihat di Basarnas Command Center Jakarta emergency locater transmitor yang ada di heli tersebut menstranlitkan signal discreade message yang menyatakan heli kena benturan pada pukul 16.17," terangnya, saat jumpa pers di rumah sakit Bhayangkara, Senin (3/7/2017).

Syaugi mengatakan setelah kejadian tersebut, langsung mengecek ke air traffic control di Bandara Ahmad Yani Semarang untuk memastikan apakah helikopter Basarnas mengalami lost contact (hilang komunikasi).

Foto kokpit helikopter HR 3602 sesaat sebelum jatuh di Bukit Muntung, Temanggung, Minggu (2/7/2017).
Foto kokpit helikopter HR 3602 sesaat sebelum jatuh di Bukit Muntung, Temanggung, Minggu (2/7/2017). (tribunjateng/daniel/humas basarnas)

"Pada 16.30 kami mengirim tim Basarnas dari Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya dibantu dari tim kepolisian, TNI, maupun potensi setempat untuk menuju ke lokasi kejadian," ujarnya.

Tim sampai ke lokasi kejadian pukul 19.30 dalam kondisi hujan.

Posisi helikopter berada di tebing dengan ketinggian 7.000 kaki (atau 2.133m).

Saat itu juga tim Basarnas dengan tim yang lain mengevakuasi korban yang ada di dalam helikopter tersebut.

Helikopter milik Basarnas jatuh menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) sore. Puing-puing Helikopter telah dikumpulkan.
Helikopter milik Basarnas jatuh menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) sore. Puing-puing Helikopter telah dikumpulkan. (tribunjateng/m zainal arifin)

"Tim berjalan kaki dari tempat terakhir mobil dan motor diparkirkan selama dua jam untuk mencapai lokasi kejadian."

"Seluruh korban dapat dievakuasi dengan cepat dan pukul 02.30 seluruh korban dapat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," terangnya.

Syaugi menuturkan helikopter yang digunakan untuk evakuasi adalah HR 3062 jenis dauphin buatan Perancis tahun 2013.

Helikopter tersebut digunakan Basarnas tahun 2015.

"Helikopter yang digunakan penerbangan layak terbang."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved