Pembeli Sepatu di Pasar Gilingan Solo ini Tak Sanggup Beli Sepatu Orisinal
Salah satu pembeli sepatu di pasar Gilingan, Suratmo mengatakan dirinya tidak selalu mampu jika harus membeli barang original.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah satu pembeli sepatu di Pasar Gilingan Solo, Suratmo mengatakan dirinya tidak selalu mampu jika harus membeli barang orisinal.
Sehingga membeli di sepatu di Pasar Gilingan menjadi salah satu cara untuk berhemat.
Bapak satu anak ini mengatakan sehari-hari dirinya bekerja sebagai kuli bangunan.
Sehingga untuk membeli sepatu anak-anaknya pun hanya bisa membeli barang tiruan.
"Ini saya nganterin anak, sepatu bolanya rusak jadi kesini," katanya Kamis (27/7/2017) siang.
Dirinya mengaku tidak mampu jika harus membeli sepatu di toko atau mal, apalagi jika sepatu sepakbola.
"Kalau barang yang di toko atau mal (sepatu orisinal) itu mahal, sampai sejutaan apalagi sepatu bola," ujarnya.
Pasar Gilingan menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk membeli beragam kebutuhan seperti sepatu dan pakaian.
Suratmo mengaku akan mengeluarkan banyak uang apalagi jika tahun ajaran baru.
"Anak udah 3 di rumah, kalau beli ori semua, wah saya nggak sanggup," ujarnya sembari tertawa.
Beberapa waktu lalu razia dilakukan oleh jajaran Subdit Ekonomi Khusus (Eksus) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng dengan merazia ratusan produk merek Nike berupa sepatu, kaus, tas, celana, dan bola.
Harga yang ditawarkan sepatu-sepatu di Pasar Gilingan memang termasuk murah.
Antara Rp 80.000 hingga Rp 300.000 untuk berbagai jenis sepatu.
Jika dibandingkan dengan harga sepatu-sepatu merek original yang bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah tentunya harga tersebut cukup terjangkau.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sepatu-kw-di-solo_20170723_125847.jpg)