Mahasiswa FP UNS Solo Raih Prestasi Penyaji Makalah Terbaik di Thailand, Ini yang Mereka Andalkan

Amirahanin mengatakan bahwa tulisan yang dipresentasikan delegasi FP UNS dilatarbelakangi oleh kondisi pangan di Indonesia.

Editor: Junianto Setyadi
DOKUMENTASI UNS
Delegasi Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS saat mengikuti 5th Asian Academic Society International Conference (AASIC), Rabu-Kamis (26–27/7/2017) di Thailand. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Delegasi dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti konferensi internasional bertajuk 5th Asian Academic Society International Conference (AASIC).

AASIC diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Thailand (PERMITHA) di Khon Kaen University, Thailand, Rabu-Kamis (26–27/7/2017).

Adapun delegasi UNS adalah Adie Bayu Putra , Amirahanin Nafi'ah, dan Ismira Widihastuti.

Mereka berhasil mendapatkan penghargaan penyaji makalah terbaik.

Perwakilan UNS tersebut mempresentasikan tulisan mereka yang berjudul "Mocaf, cornmeal, and jackbean flour as a functional food to reduce rice consumption in Indonesia".

Jumat (11/8/2017) hari ini, mereka merilis keberhasilan tersebut, di Kampus UNS, Solo.

“5th AASIC merupakan agenda tahunan PERMITHA di mana tahun ini mengangkat tema Multidisciplinary Perspective of Local Wisdom: Past, Present, and Future of Asia," kata Amirahanin Nafi’ah.

AASIC tahun 2017 dihadiri oleh 99 tim dari 20 perguruan tinggi dari 5 negara yang lolos seleksi dari total 209 pengirim abstrak dari seluruh dunia.

Amirahanin mengatakan bahwa tulisan yang dipresentasikan delegasi FP UNS dilatarbelakangi oleh kondisi pangan di Indonesia.

Yakni tingginya konsumsi beras yang tidak diimbangi dengan produksi beras yang memadai.

"Kami menawarkan solusi pangan alternatif pendamping beras yaitu beras analog berbahan baku mocaf, tepung jagung dan koro pedang," katanya menjelaskan.

Beras analog, menurutnya, memiliki keunggulan sebagai pangan fungsional.

Ia menjelaskan beras analog memiliki indeks glisemik yang rendah dengan kualitas sensori yang masih dapat diterima oleh konsumen.

Mewakili kawan-kawannya, Amirahanin menyampaikan rasa bangga dan syukur karena terpilih sebagai penyaji makalah terbaik dalam konferensi bertaraf internasional tersebut.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved