Pelayat Terus Berdatangan ke Rumah Duka Almarhum KH Agung Syuhada di Sukoharjo
Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita pun juga berdatangan ke rumah duka
Penulis: Labibzamani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Para pelayat terus berdatangan ke rumah duka almarhum KH Agung Syuhada (47) di Kompleks Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro, Sabtu (26/8/2017).
Untuk diketahui Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro berlokasi di Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, Jateng.
Pantauan TribunSolo.com, para pelayat yang berdatangan tidak hanya dari dalam, tapi juga luar Sukoharjo.
Mereka ada dari kelompok pengajian, warga sekitar, dan lain-lain.
Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita pun juga berdatangan ke rumah duka.
Ada dari Bupati Sukoharjo, Syariah Hotel Solo dan Lorin Solo Hotel, Kapolreta dan Wakapolresta Solo.
Jenazah ulama yang juga dikenal sebagai guru mengaji keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu akan disemayamkan di Masjid Arifah Istiqomah.
Bahkan, para santriwati Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro tak henti-hentinya membacakan Alquran untuk almarhum KH Agung Syuhada.
Seorang pelayat asal Solo, Kusbani, mengatakan, semasa hidup almarhum dikenal sebagai tokoh agama yang selalu mementingkan kepentingan umum.
"Karakter keagamaannya juga kuat," jelas dia kepada TribunSolo.com, usai melayat.
Almarhum KH Agung Syuhada meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, seorang menantu dan santriwan-santriwati Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pondok-pesantren-kholifatullah-singo-ludiro_20170826_123025.jpg)