Dirintis Sejak 2008, Kerajinan Kulit Ikan Pari Warga Boyolali Ini Diekspor ke Prancis dan Jepang

Awalnya, warga Sambon RT 008/ RW 002 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah merantau untuk bekerja di Jakarta dan Medan.

Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Warga Sambon RT 008/ RW 002 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Wawan Purnomo (40) menunjukkan tas pesanan Ibu Negara Iriana Jokowi, Selasa (19/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Masih minimnya kerajinan berasal dari kulit ikan pari, menjadi alasan warga Wawan Purnomo (41) untuk menekuni usahanya sebagai perajin kulit ikan pari.

Usahanya tersebut telah dirintis sejak Desember Tahun 2008.

Awalnya, warga Sambon RT 008/ RW 002 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah merantau untuk bekerja di Jakarta dan Medan.

Setelah memiliki cukup pengetahuan, alumnus dari Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Baca: Terungkap, Segini Harga Tas Jinjing Hitam Kulit Ikan Pari yang Dibeli Iriana Jokowi di Boyolali

Wawan bersama istrinya mencoba merintis usaha pembuatan kerajinan dari bahan kulit ikan pari di rumah.

"Di Indonesia proses pembuatan kerajinan dari bahan kulit ikan pari masih jarang," kata Wawan, Selasa (19/9/2017).

"Selama ini masih diekspor dalam bentuk mentah," terang pemilik kerajinan kulit ikan pari Zalfa Leather.

Pemilik kerajinan kulit ikan pari Zalfa Leather, Wawan Purnomo (41) sedang mengerjakan pesanan di ruang produksi di kediamannya Sambon RT 008/ RW 002 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/9/2017) siang.
Pemilik kerajinan kulit ikan pari Zalfa Leather, Wawan Purnomo (41) sedang mengerjakan pesanan di ruang produksi di kediamannya Sambon RT 008/ RW 002 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/9/2017) siang. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

Produk kerajinan dari bahan kulit ikan pari yang dihasilkan Wawan bermacam-macam.

Mulai dari tas jinjing, dompet, ikat pinggang, saku telepon genggam dan lain-lain.

Untuk harga masing-masing produk pun bervariasi.

Baca: Polresta Solo Lengkapi Berkas Perkara Kasus Investasi Bodong Pasutri Usai Dikembalikan Kejaksaan

Tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Dompet dari bahan kulit ikan pari dijual mulai dari harga Rp 200 - Rp 700 ribu perbuah.

Kemudian untuk harga tas mulai dari Rp 900 ribu hingga Rp 4 juta.

"Di bagian produksi saya dibantu tiga orang tenaga dan dua orang marketing," papar Wawan.

Selain dijual di dalam negeri, kata Wawan, kerajinan dari kulit ikan pari hasil produksinya tersebut telah diekspor ke Prancis dan Jepang.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved