Pembangunan Flyover Manahan Solo, Komite SD Muhammadiyah PK Usulkan Adanya JPO
SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengadakan sosialisasi pembangunan flyover Manahan di ruang takmir Masjid Kottabarat.
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOL.COM, SOLO - SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengadakan sosialisasi pembangunan flyover Manahan di ruang takmir Masjid Kottabarat.
Kegiatan yang berlangsung, Jumat (29/9/2017) menghadirkan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Solo, Sri Baskoro sebagai nara sumber.
Sosialisasi diikuti oleh pimpinan sekolah serta perwakilan komite kelas 1-6.
Menurut Sri Baskoro, pembangunan flyover Manahan merupakan implementasi RUNK (Rancangan Umum Nasional Keselamatan) Nasional 2011-2020.
Sebagai upaya mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta api sebidang yang tidak ideal.
“Sebagai tahap awal pembangunan fisik akan diberlakukan simulasi rekayasa lalu lintas dengan menutup jalan di beberapa titik mulai tanggal 4 - 5 Oktober 2017 mulai pukul 06.00-18.00 WIB."
“Kami akan melihat fakta-fakta di lapangan termasuk efek sosial dari pembangunan overpass tersebut," katanya.
Kepala SD Muhammadiyah PK, Nur Salam, menyampaikan bahwa pada prinsipnya sekolah mendukung pembangunan overpass sebagai konsekuensi tingkat kemajuan kota Solo.
“Sebagai bagian dari pihak terdampak pembangunan flyover, kami memandang perlu penjelasan yang lebih kontekstual menyangkut dampak-dampak yang mungkin timbul dari pembangunan ini," katanya.
Sedangkan salah satu perwakilan komite kelas 5, Liana Indrawati, menyampaikan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan terutama bagi warga sekolah dan jamaah masjid Kottabarat.
“Kami mengusulkan ke depan bisa dibangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dan penataan kawasan parkir di sisi selatan lapangan Kottabarat sebagai akses utama warga sekolah dan jamaah masjid," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/flyover-manahan_20170930_143852.jpg)