Bebadan Diisi Tokoh yang Bukan Keturunan Keraton Solo, Begini Tanggapan Gusti Moeng

Menurut Moeng, pejabat bebadan yang bukan berasal dari keturunan asli keraton tidak lazim disumpah oleh raja.

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
GKR Wandansari Koes Moertiyah alias Gusti Moeng (kanan) didampingi suaminya, KP Eddy Wirabhumi, saat ditemui di Ndalem Kayonan, kompleks Keraton Solo, Senin (9/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adik raja Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah alias Gusti Moeng, berkomentar terhadap struktur organisasi internal atau bebadan keraton yang baru.

Ia menilai, sejumlah nama-nama yang mengisi jabatan dan pengurus dalam bebadan tidak seharusnya dilibatkan.

Pasalnya, beberapa pejabat diisi oleh orang luar keraton yang bukan keturunan dinasti Keraton Solo.

"Lazimnya tidak (bukan keluarga keraton menjadi pejabat bebadan), dulu tidak seperti itu," ujarnya ketika ditemui wartawan, Senin (9/10/2017) siang di Ndalem Kayonan, kompleks Keraton Solo.

Baca: Pemkot Belum Beri Kejelasan Sewa, Keraton Solo Ancam Tutup Pasar Darurat Klewer di Alun-alun Utara

Baca: Kesaksian Warga di Sekitar T1 Sauna Jakarta Pusat, Pernah Lihat Dua Pria Melakukan Hal Gila Ini

Baca: Berdemo di Gladak, Mahasiswa UNS Solo Ingin Putusan Praperadilan Setya Novanto Ditangguhkan

Adapun, bebadan telah dilantik Raja Paku Buwono (PB) XIII, Minggu (8/10/2017), kemarin di Sasana Handrawina, kompleks Keraton Solo.

Nama-nama baru dan juga bukan keluarga keraton juga telah dilantik raja, yakni Dany Nasrsugama Hadiningrat, sebagai Pengageng (pejabat) Sasana Wilapa.

Menurut Moeng, pejabat bebadan yang bukan berasal dari keturunan asli keraton tidak lazim disumpah oleh raja.

"Kalau adapun (orang luar keraton), bukan Pengagengnya, tapi harusnya sebatas staf," kata Gusti Moeng yang pernah menjabat sebagai Pengageng Sasana Wilapa dan bertugas dalam Kesekretariatan bebadan lama keraton.

Moeng lantas menambahkan, ia tidak tahu soal pembentukkan bebadan kemarin siang.

"Yang saya tahu kemarin Minggu ada pelantikan tim asistensi, itu pun dikasih tahu orang," kata dia yang saat itu didampingi suami, KP Eddy Wirabhumi.

Tak dilibatkan dalam struktur bebadan pun tak dipermasalahkan puteri almarhum Paku Buwono XII itu.

"Saya diam aja, terus ya ngopo (mengapa?)," ucap Moeng.

Ia akan melihat kinerja bebadan dengan pejabat dan pengurus baru.

"Kita tinggal tunggu kinerja bebadan seperti apa," tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved