Rumah Zakat Solo Gandeng Komunitas Kresek Kudus, Ini Tujuannya
Bimbingan teknis ini menghadirkan Komunitas Kresek dari Kudus, pegiat sampah yang telah berhasil memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah.
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 30 peserta dari perwakilan rukun warga (RW) se-Kelurahan Mojosongo, Banjarsari, Solo, mewujudkan gerakan Sedekah Sampah.
Mereka mengikuti bimbingan ketiga kalinya bersama Rumah Zakat Solo dan Cita Sehat, Rabu (11/10/2017).
Mereka mengikuti bimbingan tentang manajemen sedekah sampah dan praktik menjahit sampah kemasan menjadi daur ulang bernilai ekonomis.
Bimbingan teknis ini menghadirkan Komunitas Kresek dari Kudus, pegiat sampah yang telah berhasil memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah.
Baca: Ini Deretan Tamu VIP yang Bisa Drop Off di Gedung Pernikahan Kahiyang-Bobby
Anto, penggagas kegiatan, menyampaikan saat ini Kelurahan Mojosongo siap membantu pemerintah untuk mengatasi sampah.
Warga Mojosongo, Solo, mengikuti bimbingan mewujudkan gerakan Sedekah Sampah, Rabu (11/10/2017). (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)
"Dengan Sedekah Sampah ini kita bisa membiayai PMT Posyandu balita atau lansia, membantu pendidikan anak kurang mampu, pemeriksaan jentik rutin, cek kesehatan rutin."
"Bahkan bisa mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja kerajinan daur ulang sampah yang bernilai ekonomis tinggi," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu.
Adapun pembimbingan tersebut, kata Anto, Rumah Zakat menggandeng karang taruna atau PKK.
Nina, Ketua Pokja IV Kelurahan Mojosongo, mendukung gerakan ini meskipun baru merintis.
"Kami apresiasi semangat dari Rumah Zakat dan Cita Sehat dengan komitmen mewujudkan Mojosongo peduli sampah," ujarnya. (*)
Save
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/praktik-menjahit-sampah-kemasan-menjadi-daur-ulang-yang-bernilai-ekonomis_20171012_122850.jpg)