Ada 50 Orang 'Korban' dalam Simulasi Penanganan Kebakaran RS PKU Muhammadiyah Solo

Regu penyelamat yang telah dibentuk, mengevakuasi seluruh pasien dari dalam ruangan rumah sakit menuju posko penyelamatan.

Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Petugas Damkar Solo memadamkan api dalam simulasi penanganan bencana kebakaran di RS PKU Muhammadiyah Solo, Minggu (15/10/2017) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepulan asap tebal keluar dari ruang rawat inap AR Fahrudin di lantai lima Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo, Minggu (15/10/2017) sore.

Alarm tanda bahaya yang terpasang di ruangan rumah sakit pun berbunyi.

Jeritan minta tolong terdengar dari dalam ruangan rumah sakit.

Kondisi ini membuat para dokter, perawat dan keluarga pasien berhamburan keluar dari gedung rumah sakit untuk menyelamatkan diri.

Baca: Petugas Kamar Jenazah RSUD Ciawi Ini Kerap Ajak Ngobrol Mayat Tanpa Identitas, Begini Tujuannya

Penanganan korban dalam simulasi penanganan bencana kebakaran di RS PKU Muhammadiyah Solo, Minggu (15/10/2017) sore.
Penanganan korban dalam simulasi penanganan bencana kebakaran di RS PKU Muhammadiyah Solo, Minggu (15/10/2017) sore. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

Regu penyelamat yang telah dibentuk, mengevakuasi seluruh pasien dari dalam ruangan rumah sakit menuju posko penyelamatan.

Sementara di luar gedung rumah sakit terlihat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Solo dibantu petugas keamanan berusaha memadamkam api yang membakar di ruangan lantai lima tersebut.

Namun, peristiwa tersebut bukanlah sungguhan.

Melainkan simulasi penanganan bencana kebakaran yang dilaksanakan RS PKU Muhammadiyah Solo.

Baca: Putri Jokowi Akan Menikah dengan Pria Batak, Perubahan Penampilan Kahiyang Ayu Ini Jadi Sorotan

Ketua panitia simulasi penanganan bencana kebakaran, dr Dien Kalbu Ady, mengatakan, simulasi penanganan bencana kebakaran merupakan rangkaian pelatihan basic trauma cardiac life support (BTCLS) 2017.

Tujuannya adalah untuk memberikan kesigapan dan kesiapan bagi para petugas rumah sakit apabila terjadi bencana kebakaran.

"Simulasi ini kita melibatkan semua unit yang ada di rumah sakit PKU Muhammadiyah dan stakeholder," katanya.

Ada sekitar 135 orang peserta yang terlibat dalam kegiatan itu.

"Ada lima dokter, 50 orang paramedis, nonmedis ada 50 orang, dan sebagai korbannya ada 50 orang yang kita libatkan di sini," ujar Dokter Dien.

Sedangkan Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, dr Mardiatmo, berharap simulasi tersebut bisa meminimalisir kemungkinan terjadi bencana kebakaran.

Melalui simulasi tersebut mereka memiliki bekal atau keterampilan bagaimana menangani bencana kebakaran. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved