Seniman Muda Surakarta Sebut THR Sriwedari Solo Telah Lahirkan Bibit-bibit Seniman
Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Jalan Slamet Riyadi Solo akan tutup akhir tahun 2017.
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Jalan Slamet Riyadi Solo akan tutup akhir tahun 2017.
Tidak adanya tempat yang layak menjadi alasan pihak manajemen THR Sriwedari menutup untuk selamanya, meski awalnya akan menempati Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).
Tutupnya sebuah ikon Solo yang berdiri sejak tahun 1985 tersebut mengundang keprihatinan Seniman Muda Surakarta.
"Kami ikut prihatin atas tutupnya THR Sriwedari Solo," kata Seksi Humas Seniman Muda Surakarta, Suharno, kepada TribunSolo.com, Senin (16/10/2017).
Baca: THR Sriwedari Solo Tutup Akhir Tahun Ini, Ada Kenangan Jokowi dan Koes Ploes di Dalamnya
Dia menilai, THR Sriwedari telah memiliki jasa besar karena berhasil menumbuhkan dan melahirkan bibit-bibit seniman dalam bidang musik baik dangdut, keroncong dan lainnya.
Dengan tutupnya THR Sriwedari maka wadah untuk aktualisasi dalam bidang musik bagi para seniman di Solo menjadi berkurang.
"Harapan saya dengan tutupnya THR, pemerintah dapat memikirkan wahana untuk seniman dalam menuangkan bakat seninya," katanya.
"Paling tidak wahana bisa menjadi wadah bagi mereka meski tidak seperti THR Sriwedari," jelas dia.
Baca: Nagita Slavina Ingin Ubah Penampilannya dengan Berhijab? Begini Pengakuannya
Sebegai seorang seniman, Suharno, mengaku sangat kehilangan atas tutupnya THR Sriwedari.
"Biasanya seniman seusia saya bisa menyaksikan pentas Koes Plus mania, keroncong, tembang kenangan dan lain-lain," terangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/thr-sriwedari_20170305_202320.jpg)