Sejak April Lalu, Puteri Raja Keraton Solo Mengaku Tak Bisa Akses Keputren
Demikian disampaikan Timoer saat ditemui di Ndalem Kayonan, kompleks Keraton Solo, Rabu (18/10/2017) malam.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nasib nahas kembali dialami puteri Raja Keraton Solo PB Hangabehi XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Dulu pernah dikabarkan tidak bisa keluar dari Keputren, kini sang puteri mengaku kesulitan untuk mendapat akses menuju Keputren.
Demikian disampaikan Timoer saat ditemui di Ndalem Kayonan, kompleks Keraton Solo, Rabu (18/10/2017) malam.
Timoer menyampaikan, pintu Keputren dikunci dari luar sejak 15 April 2017.
Baca: Geger, Pembantu Putri Raja Keraton Solo Diusir
Timoer mengaku meninggalkan Keputren sejak sekitar tiga minggu karena tuntutan merawat putera tunggalnya yang masih berkewajiban bersekolah.
"Kalau saya terus di Keputren, saya tidak bisa bertemu anak saya yang harus sekolah, maka saya pilih nunut (menginap) di Ndalem Kayonan bersama gusti-gusti lain," ujarnya.
Sepeninggalnya, ia meminta pembantunya, Mbah Atun, untuk menjaga perlengkapan pribadinya di Keputren.
Setiap Senin dan Kamis, Timoer juga rutin mengantar makanan untuk pengabdinya itu.
Timoer menyesalkan tindakan penjaga pintu, Catur, yang selalu enggan membukakan pintu Keputren untuknya.
"Dia beralasan kunci dibawa Sinuhun (PB XIII), atas perintah Sinuhun terus katanya," papar Timoer.
Baca: Putri Raja Keraton Solo Beberkan Kronologi Pengusiran Pembantunya dari Keputren
Pihaknya hanya meminta hak sebagai puteri raja yang sudah menjanda untuk tinggal di Keputren tanpa adanya halangan akses keluar masuk.
Lagipula, ia mengklaim, masih memiliki jabatan sebagai Wakil Pengageng Keputren, lantaran tidak mengakui Bebadan internal keraton yang baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/gkr-timoer-rumbai_20170703_214704.jpg)