Menengok Wirun, Desa Pusat Pengrajin Gamelan di Mojolaban, Sukoharjo, Jateng
Terdapat delapan orang pengrajin gamelan yang bekerja di rumah mereka, di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Desa Wirun di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, dikenal sebagai desa pengrajin gamelan.
Pantauan TribunSolo.com, Jum'at (13/10/2017), terdapat delapan orang pengrajin gamelan yang bekerja di rumah mereka.
Masing-masing pengrajin punya sejumlah pekerja.
Perajin bernama Karsimin, misalnya, memiliki delapan karyawan.
"Saya membuat gamelan sudah tiga tahun," ujarnya.
Bahan pembuat gamelan, timah dan tembaga, dilebur atau dicairkan dengan api, antara 15 menit sampai 30 menit. (TRIBUNSOLO.COM/Mufid Anshori)
"Dahulu buruh, dan sekarang coba-coba membuat sendiri," katanya menambahkan.
Adapun gamelan yang dibuat Karsimin dan pekerja-pekerjanya, antara lain, kempul, gong, bonang, dan kenong.
"Kebanyakan pesanan datang dari Bali, kalau Jawa jarang," ujar Karsimin.
Gamelan dibuat dari bahan baku timah dan tembaga.
Timah dan tembaga dileburkan atau dicairkan dengan api, antara 15 menit sampai 30 menit.
Hasil peleburan itu dinamakan laker.
Kemudian laker digembleng alias dipukul dan di bakar berulang kali, sekitar empat jam bila untuk pembuatan kempul berdiameter 40 sentimeter.
Sebagian gamelan yang diproduksi perajin di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. (TRIBUNSOLO.COM/Mufid Anshori)
"Ukuran kempul bermacam-macam dari 40 sentimeter, 55, 80,90 sampai satu meter," kata Karsimin.
Adapun satu buah Kempul harganya Rp 3 juta Rp 3,8 juta.
"Sehari saya dapat memproduksi gamelan dua tapi itupun tergantung pesanan," ujar Karsimin. (Wartawan Magang TribunSolo.com/Mufid Anshori)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/seorang-pekerja-sedang-membuat-gamelan-di-desa-wirun-mojolaban-sukoharjo_20171021_182535.jpg)