Kenaikan Harga BBM
Harga Pertamax Hari Ini Naik di Solo Raya, Kenali Perbedaan SPBU Pertamina Merah, Biru, dan Hijau
Menurutnya, penetapan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan berdasarkan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax dan Pertamax Green setelah evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan pasar, serta telah dikoordinasikan dengan pemerintah.
- SPBU Pertamina terbagi menjadi tiga jenis: merah (Pasti Pas) dengan layanan standar, biru (Pasti Prima) dengan fasilitas lengkap dan konsep one stop service, serta hijau (Green Energy Station) yang mengusung energi ramah lingkungan.
- Perbedaan warna SPBU mencerminkan tingkat layanan dan komitmen Pertamina.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green.
Kebijakan tersebut diambil setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Sukoharjo Khawatir Pertalite Langka
Menurutnya, penetapan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan berdasarkan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Proses evaluasi dilakukan secara berkala dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat terhadap energi berkualitas.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi serta distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat,” ujar Roberth.
Pertamina juga memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina.
Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai harga BBM melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Sukoharjo Khawatir Pertalite Langka
Ternyata Warna SPBU Pertamina Tidak Sama
Di tengah penyesuaian harga BBM, masyarakat mungkin pernah memperhatikan bahwa tidak semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina memiliki warna yang sama.
Sebagian berwarna merah, sebagian lainnya berwarna biru, bahkan ada yang berwarna hijau.
Meski sama-sama berada di bawah naungan Pertamina, perbedaan warna tersebut memiliki makna tersendiri.
Warna pada totem atau papan penunjuk SPBU menjadi identitas layanan dan fasilitas yang tersedia di masing-masing lokasi.
Saat ini, Pertamina membagi SPBU ke dalam tiga kategori utama, yakni SPBU Pertamina Pasti Pas (merah), SPBU Pertamina Pasti Prima (biru), dan Green Energy Station atau GES (hijau).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukoharjo Rabu 10 Juni 2026, Potensi Cuaca Cerah, Suhu Siang Panas
SPBU Merah, Tipe yang Paling Banyak Ditemui
SPBU berwarna merah atau Pertamina Pasti Pas merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
| Alasan Warga Kartasura Sukoharjo Tetap Beli Pertamax Meski Harga Naik : Terdesak Waktu Ada Keperluan |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Sukoharjo Khawatir Pertalite Langka |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Rp 16.250 per Liter, Suasana di SPBU Pabelan Sukoharjo Masih Normal |
|
|---|
| Harga Pertamax Turun Ikut Tren Minyak Dunia, Pertamina Ungkap Alasan Pertalite Masih Rp10 Ribu |
|
|---|
| Megawati Ungkap Situasi Pemerintah saat Putuskan Harga BBM Naik : Tidak Asal-asalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-mengisi-BBM-di-SPBU-Laweyan-Jalan-Dr-Radjiman.jpg)