Banyak Mural Liar, Alasan Wali Kota Solo Gagas SOLOis Solo
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini, terbentuk sinergi sosial bagi segenap warga kota dan juga segenap stakeholder serta pemerintah Kota.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program kesenian SOLOis Solo yang dipusatkan di jalan Gatot Subroto (Gatsu) berawal dari keresahan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, terhadap maraknya mural di sembarang tempat.
Hal tersebut diungkapkan Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo, Sabtu (28/10/2017) malam saat pembukaan SOLOis Solo.
"Saya itu sampai pusing, anak-anak yang melakukan corat-coret di tempat umum itu setelah ditangkap besoknya ya kembali lagi," ujarnya.
Rudy mengaku sebelumnya dia sudah pernah mengadakan lomba mural sebelumnya di Benteng Vastenburg.
Baca: Buka Gelaran Solo is Solo, Ini yang Disampaikan Wali Kota Solo
Namun rupanya hal tersebut tak membuat anak muda kapok melakukan mural di tempat umum.
"Ini kira-kira diapakan ya? Nah akhirnya munculah ide ini membuat tempat khusus anak muda menampung kreativitas di Jalan Gatsu ini," tambah Rudy.
Ada sekitar 100an seniman yang tergabung dalam 20 kelompok artis mural di Solo yang berpartisipasi dalam SOLOis Solo.
Sementara itu, ada pengelola 40 toko dan bangunan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Solo yang menyediakan temboknya untuk dicorat-coret dengan cat tembok dan cat semprot.
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini, terbentuk sinergi sosial bagi segenap warga kota dan juga segenap stakeholder serta pemerintah Kota.
Selain itu juga menjadi awal terbentuknya destinasi yang memungkinkan menjadi wahana yang menarik, interaktif, edukatif, inspiratif, dan mampu menjadi ruang sosial bagi masyarakat Kota Solo.
Pada malam pembukaan SOLOis Solo, selain digelar live paint show, juga dimeriahkan oleh tari-tarian dan live musik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wali-kota-solo_20171029_155353.jpg)