Kawan Tuli Coffee and Space
Cara Tuli Coffee Solo Hadapi Tekanan Bisnis dan Tantangan Unik Komunikasi dengan Karyawan Teman Tuli
Kawan Tuli Coffee Solo hadapi persaingan coffee shop inflasi harga dan tantangan komunikasi teman tuli
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kawan Tuli Coffee and Space di Solo menghadapi ketatnya persaingan coffee shop serta kenaikan harga biji kopi hingga 40 persen akibat inflasi, yang berdampak pada penyesuaian harga menu.
- Bisnis ini juga memberdayakan 6 karyawan teman tuli dengan sistem kerja fleksibel dan pendampingan khusus untuk menyesuaikan kemampuan serta kebutuhan mereka.
- Tantangan utama terletak pada komunikasi dan SOP kerja, sehingga manajemen harus belajar bahasa isyarat dan menerapkan pendekatan personal.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tantangan bisnis coffee shop di Kota Solo tidak hanya datang dari ketatnya persaingan dan lonjakan harga bahan baku akibat inflasi, tetapi juga dari sisi internal yang unik.
Hal ini dirasakan oleh Kawan Tuli Coffee and Space yang harus beradaptasi dalam mengelola karyawan teman tuli, di mana komunikasi menjadi tantangan utama dalam operasional sehari-hari.
Co-Founder Kawan Tuli Coffee and Space, Florentino Bintang, mengungkapkan bahwa meski bisnisnya tetap mendapat respons positif dari masyarakat, persaingan di industri kopi Solo sangat ketat.
“Kalau secara bisnis puji tuhannya antusiasme masyarakat cukup baik. Cuma kita bisa bilang kompetisi di Kota Solo cukup ketat. Sepanjang Slamet Riyadi kopi semua,” ungkapnya, belum lama ini.
Persaingan Coffee Shop Solo dan Dampak Inflasi Harga Bahan Baku
Industri coffee shop di Solo terus berkembang pesat, terutama di kawasan Jalan Slamet Riyadi yang dipenuhi berbagai kedai kopi.
Namun, di balik ramainya pasar, pelaku usaha harus menghadapi tekanan kenaikan harga bahan baku.
Bintang menyebutkan bahwa kenaikan harga biji kopi saat ini cukup signifikan dan berdampak langsung pada strategi harga menu.
“Biji kopinya sendiri bisa sampai 40 persen naiknya. Minyak naik semuanya naik. Kita pertimbangankan untuk adjust,” terangnya.
Kenaikan biaya produksi ini membuat pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual tanpa mengurangi daya tarik pelanggan.
Pemberdayaan Teman Tuli di Kawan Tuli Coffee and Space
Di tengah tekanan ekonomi dan kompetisi bisnis, Kawan Tuli Coffee and Space tetap konsisten memberdayakan tenaga kerja dari komunitas teman tuli.
Saat ini terdapat enam karyawan teman tuli yang bekerja di sana.
“Tapi kita masih bisa puji tuhannya empower 6 karyawan walaupun mereka semua masih magang. Mereka nggak full 8 jam. Kekuatan emosional dan fisik berbeda. Banyak yang introvert dan jarang keluar. Ketemu orang capek. Total ada 6 orang plus 2 helper kalau weekend. Sudah bisa dibilang layak. Kita ambilnya pro-rate UMR kita potong hari masuk berapa jam,” jelasnya.
Model kerja fleksibel ini diterapkan untuk menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing karyawan agar tetap produktif namun tidak terbebani.
Omzet Ratusan Menu per Hari, Pernah Tembus 2.000 Order
Meski menghadapi berbagai tantangan, Kawan Tuli Coffee and Space tetap mencatat aktivitas penjualan yang stabil.
| Kawan Tuli Coffee and Space Solo : Kedai Inklusif, Buktikan Interaksi dengan Teman Tuli Tak Sulit |
|
|---|
| Kawan Tuli Coffee and Space di Solo, Tempat Dua Dunia Bertemu Tanpa Batas, Tak Ada Sapaan Barista |
|
|---|
| Tantangan Tak Terduga di Balik Sukses Coffee Shop Kawan Tuli di Solo, Co-Founder Ungkap Ini! |
|
|---|
| Di Balik Ramainya Pelanggan, Kawan Tuli Coffee and Space di Solo Hadapi Tekanan Berat Inflasi |
|
|---|
| Lapangan Kerja untuk Difabel Minim, Kawan Tuli Coffee and Space Solo Usul Insentif Bagi Pelaku Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Kawan-Tuli-Coffee-and-Space-2.jpg)