Mahasiswa Solo yang Meninggal di Indekos Akrab Dipanggil Teman dengan Sebutan 'Mas Atlet'
Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo telah memeriksa dua saksi, salah satunya rekan kos Erik
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mahasiswa yang meninggal dunia di kamar indekos di Tunggulsari RT03 RW16, Pajang, Laweyan, Solo, kemarin Minggu (29/10/2017) dikenal temannya sebagai sosok yang gemar olahraga.
Teman sebelah kamar kos, Iwan Witono (39), mengatakan, teman-teman di indekos sering menyebutnya dengan sapaan Mas Atlet.
Demikian diungkapkan Iwan saat ditemui TribunSolo.com, Senin (30/10/2017) siang di kos.
Seperti diberitakan, Minggu sekira pukul 17.00 WIB, Erik Lukmawan (26) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kamar kosnya.
Erik yang diketahui sebagai mahasisa Universitas Islam Batik (Uniba) Solo itu ditemukan dengan mulut berbusa.
Iwan yang juga penguni indekos mengaku kaget dugaan jenazah ditemukan dalam keadaan berbusa diduga meninggal dunia karena sakit.
"Ya kaget, kalau diduganya karena sakit, saya masih kurang percaya, wong Erik itu olahragawan," ujar Iwan.
Sesering mungkin ia mengungkapkan, kerap menjumpai Erik hobi bermain futsal.
Dikatakannya, Erik juga memiliki badan layaknya olahragawan dengan postir tinggi, tegap, dan memiliki bentuk tubuh ideal.
"Teman-teman (kos) sering memanggilnya dengan sebutan Mas Atlet," ucapnya.
Iwan bercerita, terakhir berkomunikasi dengan Erik pada Kamis malam.
Itu pun hanya bertegur sapa karena Erik tengah terburu-buru keluar dari kos.
"Kami jarang berkomunikasi karena saya kerja dan pulang malam," bebernya.
Dia berharap pihak kepolisian cepat menngungkapkan hasil penyelidikan terkait kematian mahasiswa asal Dusun Claket RT18 RW02, Bulugunung, Plaosan, Magetan itu.
Sementara Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo, menyampaikan, telah memeriksa dua saksi, salah satunya rekan kos Erik.
"Jasad telah dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk di autopsi," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/uniba-solo_20171030_113820.jpg)