Pemandian Candi Jolotundo Mojokerto, Airnya Dipercaya Bikin Awet Muda
Kepercayaan tentang khasiat air Jolotundo didapatnya dari informasi masyarakat dan kabar turun temurun dari nenek moyang
Tidak hanya Dewi dan Suheri saja yang memanfaatkan air dari Jolotundo sore itu.
Ratusan pengunjung terlihat juga bergentian menadahkan botol atau tempat air lainnya dari sejumlah pipa kecil di situs Jolotundo.
Sebagian mereka juga menaruh sesaji dan membakar dupa tepat di samping kolam pemandian.
Ritual itu dilakukan untuk maksud tujuan tertentu.
Aroma menyengat dupa seakan menambah suasana mistis di sekitar kolam.
Pengunjung anak-anak nampak bermain air di kolam besar pemandian yang berisi banyak ikan.
Sementara di bagian atas kolam ada kolam berukuran kecil yang kedalamannya 1,5 meter.
Biasanya digunakan pengunjung dewasa untuk berendam secara bergantian.
Candi Jolotundo memiliki sendang atau tempat air berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat.
Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur.
Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan di bawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 yang dipenuhi banyak ikan.
Pada malam-malam tertentu, Candi Jolotundo banyak didatangi warga yang menggelar ritual-ritual dengan maksud dan tujuan tertentu.
Catatan pihaknya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Jolotundo terus meningkat setiap tahunnya.
Tahun 2016, tercatat lebih dari 20.000 pengunjung yang datang ke Candi Jolotundo.
Tahun sebelumnya tercatat hanya 17.000.
"Sebagian besar wisatawan dalam negeri, kalau wisatawan mancanegara masih sangat sedikit, belum sampai 5 persen," tutupnya. (Kompas.com/Achmad Faizal)
Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul Candi Jolotundo, Wisata Religi Mojokerto, Airnya Bikin Awet Muda...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/candi-jolotundo_20171119_091516.jpg)