Bukan Karena Kloning, Terungkap Ini Penyebab Kematian Domba Dolly

Para ilmuwan pun beranggapan bahwa kematiannya yang prematur berhubungan dengan fakta bahwa Dolly hanyalah kloning.

Editor: Hanang Yuwono
WIKIPEDIA
Domba Dolly 

TRIBUNSOLO.COM -- Kloning hingga saat ini masih menjadi kontroversi.

Namun, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa hal tersebut bisa dilakukan.

Salah satu buktinya adalah Dolly, domba sekaligus hewan pertama yang dikloning dari sel somatik dewasa.

Namun, Dolly hanya hidup sampai umur tujuh tahun, usia yang tergolong muda untuk seekor domba yang seharusnya bisa hidup sampai usia 10-12 tahun.

Ia juga mengalami osteoartritis sejak usia lima setengah tahun.

Baca: Pengacara Setya Novanto Laporkan Lebih dari 25 Pimpinan KPK ke Polisi, Atas Dasar Apa?

Para ilmuwan pun beranggapan bahwa kematiannya yang prematur berhubungan dengan fakta bahwa Dolly hanyalah kloning.

Namun, penelitian terbaru menepis anggapan lama tersebut.

Sebuah temuan yang diterbitkan dalam Scientific Reports berpendapat bahwa komplikasi kesehatan yang dialami Dolly bukan karena dikloning dan merupakan sesuatu yang wajar.

Hipotesis ini muncul setelah para peneliti melakukan penelitian terhadap empat domba berumur delapan tahun yang dihasilkan dari jalur klonal yang sama dengan Dolly.

Baca: Kelompok Bersenjata Serang Jemaah Salat Jumat di Masjid Mesir, 54 Orang Tewas

Para peneliti menemukan bukti adanya osteoartritis ringan pada 3 domba dan osteoartritis moderat pada domba yang lainnya. Pemeriksaan hewan ini dikenal dengan "Notthingham Dollies" dan menyebutkan bahwa keempat klon menua dengan normal, sedangkan Dolly hanyalah sebuah anomali.

Namun, para peneliti tak puas sampai di situ saja.

"Temuan kami tahun lalu tampaknya bertentangan dengan kekhawatiran asli seputar sifat dan tingkat osteoartritis pada Dolly yang dianggap berusia muda," ujar Kevin Sinclair, penulis utama penelitian ini dikutip dari Gizmodo, Kamis (23/11/2017).

"Namun tidak ada penilaian menyeluruh dan komprehensif tentang osteoartritis pada Dolly yang pernah dilakukan."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved