Patut Dicoba, Kuliner Khas Toraja di Kafe Kopi di Jakarta Ini
Biasanya masakan pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Rasa asin dan gurih bercampur pedas sambal katokkon begitu terasa ketika mencecap kuah hitam Tollo Pamarrasan.
Potongan daging sapi, serai, daun bawang, dan cabe tersaji bersama di semangkuk.
Ah, rasanya tak mungkin berlama-lama berdiam diri memandang Tollo Pamarrasan.
Satu demi satu daging sapi serta kuahnya meluncur masuk ke mulut hingga isi mangkuk sirna.
Tollo Pamarrasan adalah satu dari sekian banyak sajian kuliner Indonesia yang kaya akan bumbu rempah-rempah.
Baca: Jangan Lewatkan, Diskon hingga 80 Persen di Black Friday Senayan City
Makanan dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini bagian dari khasanah kuliner tradisional yang patut dicoba.
"Pamarrasan itu adalah cara masaknya masyarakat Toraja dan bumbunya itu pakai keluak yang memang adanya di Toraja dan tak ada di tempat lain, ada jenisnya itu pakai daging dan ikan, kalau sudah memasak pakai bumbu hitam itu namanya pamarrasan," kata Pemilik Toraja Coffee House, Disyon kepada KompasTravel di Jakarta, Jumat (24/11/2017) sore.
Biasanya masakan pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran.
Pamarrasan di kampung halamannya biasa dimasak bersama belut, daging kerbau, dan ikan.
Makanan berkuah hitam pekat ini biasa ditemukan di rumah-rumah masyarakat Toraja dari pagi hingga malam hari.
Kuliner khas Toraja ini bisa dinikmati di Toraja Coffee House.
Beberapa kuliner khas Toraja lain seperti ayam saree juga menemani.
Baca: Pengamanan Ekstra, Terminal Tirtonadi Solo Kini Dilengkapi Metal Detector
Disyon mengatakan ingin merekomendasikan makanan-makanan Toraja kepada para pelanggan Toraja Coffee House.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tollo-pamarrasan_20171125_090640.jpg)