Karyawan UNS Solo Salurkan Bantuan ke Korban Bencana di Pacitan

Mereka memberikan makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan kepada masyarakat di desa Sirnoboyo, Pacitan, Senin (4/12/2017).

Karyawan UNS Solo Salurkan Bantuan ke Korban Bencana di Pacitan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
​Penyaluran bantuan karyawan UNS Solo ke masyarakat desa Sirnoboyo, Pacitan​, Senin (4/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di di Pacitan, Jawa Timur, menggerakkan satpam dan sejumlah karyawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, untuk mengumpulkan dana dan menyalurkan bantuan.

Mereka memberikan makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan kepada masyarakat di desa Sirnoboyo, Pacitan, Senin (4/12/2017).

Adapun, bakti sosial yang dilakukan UNS dikoordinir Kepala Bagian Umum UNS, Iwan Wisnu Anggono, didampingi oleh komandan satpam UNS, Surono.

Iwan mengatakan bakti sosial ini merupakan satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi nomor 3, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Baca: Korban Banjir dan Longsor di Pacitan Bertambah Jadi 20 Orang, 10 Orang Belum Ditemukan

Menurutnya, UNS menerjunkan 50 anggota satpam dan karyawan UNS untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di desa Sirnoboyo Pacitan.

"Meski begitu bantuan yang dikirim tidak cuma logistik, tetapi juga bantuan tenaga, guna membantu membersihkan tempat dan rumah yang kotor sehabis banjir dan longsor," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, kegiatan baksos tersebut sudah direstui pimpinan UNS untuk meringankan beban yang dirasakan oleh para korban bencana.

"Satpam UNS ini juga didampingi oleh Lazis UNS, dan juga atas arahan tim SAR UNS," ujarnya.

Sementara, Komandan Satpam UNS Surono mengatakan, kedepan pihaknya akan terus mengorganisasi dan memetakan bantuan dengan lebih baik lagi.

Baca: Saudara SBY di Pacitan yang Jadi Korban Banjir Juga Ikut Mengungsi

Caranya, lewat komunikasi secara intens dengan relawan lain yang sudah berada di daerah bencana.

"Jadi kita bisa lebih tahu, apa yang sebenarnya dibutuhkan selain logistik makanan, pakaian dan obat-obatan," jelasnya.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved