Melawat ke Korsel, PWI Ikut Kecam Kasus Wartawan Korsel Dipukul di Cina

Foto yang memperlihatkan salah seorang korban, Lee Chungwoo, terjatuh menghiasi halaman muka koran-koran Korea Selatan.

Tayang:
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Junianto Setyadi
DOKUMENTASI PWI SOLO
Sekjen PWI Hendry, Ch Bangun (kanan), bersama Presiden Asosiasi Wartawan Korea (AWK), Jung Kyusung, di Hotel Presiden, Seoul, Jumat (15/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SEOUL - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ikut mengecam tindak kekerasan aparat kemanan Republik Rakyat Cina (RRC) terhadap dua wartawan Republik Korea Selatan (Korsel) yang meliput kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Beijing.

Kedua pewarta foto Korea Selatan itu dipukul hingga jatuh dan terluka di arena pameran perdagangan yang dihadiri Moon Jae-in sebelum Presiden Moon bertemu Presiden Xi Jinping. 

Salah seorang korban kekerasan dipulangkan Jumat (15/12/2017) hari ini, sementara seorang lagi akan kembali besok.

Berita pemukulan itu menjadi berita utama di berbagai stasiun televisi Korea.

Baca: Melawat ke Republik Korsel, Rombongan PWI Bawa Kopi dari Berbagai Daerah, Ini Alasannya

Foto yang memperlihatkan salah seorang korban, Lee Chungwoo, terjatuh menghiasi halaman muka koran-koran Korea Selatan.

"Kejadian ini patut kita sesalkan," ujar Sekjen PWI, Hendry Ch. Bangun, saat bertemu Presiden Asosiasi Wartawan Korea (AWK), Jung Kyusung, di Hotel Presiden, Seoul, Jumat pagi (15/12).

"Semua pihak, termasuk aparat keamanan Cina, mestinya bisa menghormati wartawan yang sedang menjalankan tugas."

"Apalagi mereka merupakan rombongan resmi pemerintah," kata Hendry, dalam rilis yang dikirim ke TribunSolo.com, Jumat (15/12/2017).

Baca: Indonesia Galang Dukungan Uni Eropa untuk Menolak Pengakuan Yerusalem

Presiden AWK Jung Kyungsung mengucapkan terima kasih atas simpati yang diperlihatkan PWI

"Kami akan memberikan bantuan maksimal kepada kedua korban," katanya.

Adapun Hendry dan sejumlah pimpinan PWI dari berbagai provinsi Indonesia sedang berada di Korea Selatan dalam rangka kunjungan persahabatan kerjasama PWI dan AWK.

Kabar mengenai kekerasan yang dialami wartawan Korea Selatan itu sebelumnya disampaikan Wakil Presiden AWK, Choi Woosuk, dalam jamuan makan malam menyambut delegasi PWI, Kamis (14/12/2017).

Baca: Bayi Lucu Ini Dititipkan Orang Tuanya ke Tukang Urut, tapi Dua Minggu Tak Kunjung Diambil

Menurutnya, masyarakat pers Korea Selatan menganggap kejadian ini sebagai tindakan yang tidak bersahabat dari Cina.

Selain kekerasaan yang dilakukan aparat keamanan ini, ada beberapa kejadian lagi yang tidak mengenakan selama kunjungan Moon Jaein ke Cina.

Misalnya, tidak ada penjemputan di bandara yang memadai saat Moonjaein tiba.

Juga, Moon Jaein dibiarkan sarapan dan makan siang tanpa didampingi pejabat tinggi Cina.

Baca: Saksi Ungkap Kekejaman Korea Utara, Ada Jasad Napi yang Diumpankan ke Anjing Penjaga

"Bagaimanapun ini adalah kunjungan resmi kenegaraan," kata Choi Woosuk.

"Tapi sambutan yang seperti ini kurang memperlihatkan sikap persahabatan," ujar Choi Woosuk menyesalkan.

Sedangkan Ketua Bidang Luar Negeri PWI yang juga dosen kawasan Asia Timur di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, menilai aksi kekerasan aparat keamanan Cina terhadap dua wartawan Korea bisa memperburuk hubungan dua negara. 

Adapun hubungan Korea dan Cina bergerak ke arah tak harmonis setelah Korsel engizinkan Amerika Serikat menempatkan sistem pertahanan Terminal High Altitute Area Defense (THAAD) yang disebutkan untuk mencegah serangan Republik Rakyat Demokratik Korea.

Baca: Kereta Cepat Kebanggaan Jepang Nyaris Celaka Gara-gara Hal Tak Terduga Ini

 Cina menilai kehadiran THAAD berpotensi mengancam keamanan negara itu.

Sebagai bentuk protes, Cina menutup puluhan toko Lotte dan melarang grup wisata Korea Selatan mengunjungi Cina.

Cuga melarang konser K-Pop di negeri panda.

"Harus ada peredaan ketegangan di antara Cina dan Korea," kata Teguh menegaskan.

Baca: Aktor India yang Terkenal Kocak Ini Meninggal Dunia, Aamir Khan hingga Rani Mukerji Berduka Cita

"Kedua negara dan masyarakat perlu mengembalikan suasana persahabatan seperti sebelumnya," ucap Teguh Santosa. 

Adapun anggota delegasi lain dalam kunjungan PWI ke Korsel adalah Ketua PWI DIY, Sihono; Ketua PWI Sumut, Hermansyah;  Ketua PWI Jambi, Saman;  Ketua PWI Solo, Anas Syahirul;  dan Ketua PWI Sulbar, Naskha Naban.

Lalu,  Ketua PWI Kalbar, Gusti Yusri; Sekum PWI Kepri, Saibansyah; dan Sekum PWI Sulsel, Anwar Sanusi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved