Pasca-Temuan Armada Dialihfungsikan, Perum DAMRI Berkomitmen Layani Masyarakat Solo

Termasuk persoalan bus BST yang dialihfungsikan sebagai bus pariwisata, pihaknya siap mengembalikan untuk operasional Koridor I.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Direktur Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin di Balai Kota Solo​, Senin (22/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perum DAMRI melalui Direktur Utamanya, Setia N. Milatia Moemin menyatakan pihaknya sangat berkomitmen untuk terlibat aktif dalam pelayanan transportasi massal di Kota Solo.

“Kami sangat berkomitmen untuk melayani masyarakat Kota Solo, kami akan analisa lagi terkait pelayanan,” kata Milatia ditemui usai pertemuan tertutup dengan Pemkot Solo, Senin (22/1/2018).

Termasuk persoalan bus BST yang dialihfungsikan sebagai bus pariwisata, pihaknya siap mengembalikan untuk operasional Koridor I.

 “Karena kita ngomongin demand (permintaan) jadi harus dianalisa bener, nanti kami analisa lebih lanjut,” kata perempuan yang baru memimpin Damri sejak 11 Desember 2017 ini.

Baca: ​Pemkot Solo Beri Waktu Dua Minggu ke DAMRI Perbaiki Layanan

Pemerintah Kota Solo memberikan waktu dua minggu kepada Perum DAMRI selaku operator Batik Solo Trans (BST) untuk memperbaiki layanannya.

Pasalnya ada beberapa armada yang dialihfungsikan sehingga jarak antar armada satu dengan lain terlalu jauh yang berakibat merugikan bagi pengguna moda transportasi massal tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo usai pertemuan tertutup dengan Direktur Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin di Balai Kota Solo.

 “Terkait yang kemarin-kemarin soal bus yang dipinjamkan ke daerah lain dan sebagainya, kami memberikan waktu dua minggu untuk memperbaikinya,” kata wakil wali kota.

“Kami harapkan juga, DAMRI bisa menyusun strategi pelayanan yang bagus,” tambah Achmad Purnomo.

Sebelumnya diketahui tujuh unit bus BST Koridor I dimodifikasi menjadi bus pariwisata.

Baca: Pengantin Perempuan Diperkosa di Malam Pertama, Keluarga Pria Minta Pernikahan Dibatalkan

Selain menjadi bus pariwisata, Pemkot menemukan lima bus bantuan Pemerintah Pusat tersebut dikirim ke Magelang.

“Mungkin itu masalah komunikasi saja, tapi kan seyogyanya kalau mau dimodif atau dipinjamkan harus lapor pak wali, tapi dalam hal ini pak wali kan tidak dilapori,” katanya.

"Jadi kami sampaikan agar bus bantuan Pusat untuk dioperasional sesuai peruntukkannya sebagai operasional koridor I,” tegas Purnomo.

Pemkot mengancam akan menarik seluruh armada jika Damri tidak becus memberikan pelayanan kepada masyarakat.​(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved