Breaking News

Jaring Lebih Banyak Turis, Thailand Bakal Maksimalkan Potensi Wisata Tersembunyi

Pada tahun 2017 mayoritas wisatawan masih berpusat di lima destinasi, ialah Bangkok, Phuket, Chonburi, Krabi dan Surat Thani.

Kompas.com
Pemandangan kota Bangkok, Thailand di malam hari 

TRIBUNSOLO.COM - Otoritas pariwisata Thailand, Tourism Authority of Thailand (TAT) mengeluarkan kampanye pariwisata baru untuk lebih menarik kunjungan wisatawan datang ke Thailand.

"Tahun 2018 terdapat 35 kedatangan wisatwan internasional ke Thailand, dan menyumbang pengasilan sebesar 53 miliar dolar US," ujar Deputy Governor of Marketing Communication TAT, Tanes Petsuwan dalam media briefing Thailand, di Chiang Mai International Exhibition and Convention Centre (CMECC), Chiang Mai, Rabu (24/1/2018).

Menurutnya, untuk tahun 2018, menurutnya akan menaikan target untuk pendapatan dari sektor wisata delapan persen dari wisatawan internasional.

"Marketing TAT di tahun 2018 ini telah merancang strategi untuk memaksimalkan potensi wisata yang belum tergali, untuk menaikan pendapatan tersebut"

"Yaitu dengan menyebarkan kedatangan wisatawan lebih luas," tuturnya.

Baca: Konser Penggalangan Dana untuk Yockie Suryo Prayogo, Total Rp 514 Juta Terkumpul

Menurut Tanes Petsuwan, pada tahun 2017 mayoritas wisatawan masih berpusat di lima destinasi, ialah Bangkok, Phuket, Chonburi, Krabi dan Surat Thani. 

Ia mengatakan ada banyak potensi dari aktivitas pariwisata utamanya yang belum dimaksimalkan untuk dijual.

Ada dari aktivitas tradisional, wisata olahraga, gastronomi, budaya, dan banyak lainnya.

"Di tahun ini kita akan lebih menyasar target segmented untuk wisatwan internasional"

"Kita punya beragam aktivitas kebudayaan yang unik, dari beragam daerah yang bisa di pasarkan ke target yang spesifik," ujar Tanes Petsuwan.

Baca: 4 Penginapan Nyaman dan Murah di Semarang untuk Liburan Imlek, Tak Rp 100 Ribu

Hal ini menurutnya juga akan berimbas pada pembangunan yang berkelanjutan dari aktivitas wisata.

Hal itu karena ragam atraksi tersebut akan tersebar dan tidak hanya ada di lima kota favorit kunjungan wisatawan internasional.

"Jadi sekarang campaign-nya dari destinasi favorit akan digiring ke destinasi tersembunyi yang satu tipe, sehingga bisa ikut terangkat," ujar Tanes Petsuwan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved