Breaking News

Menikmati Sensasi Menginap di Umah Bali Villa Ubud

Tidak itu saja, keramahan pemilik vila, Pak Ngakan beserta istrinya selalu siap sedia jika anda membutuhkan informasi secepatnya.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/MADE AGUS WARDANA
Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. 

TRIBUNSOLO.COM, UBUD -- Di manakah menikmati keindahan sawah Bali yang otentik? Di manakah mendengarkan bunyi kodok saling bersautan dengan nyanyian bebek? Di manakah tempat untuk  menenangkan hati dan pikiran? Di manakah penginapan yang terbaik untuk kita singgahi?

Dengan jujur saya katakan jawabannya adalah Umah Bali Villa yang terletak di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Sekali saja pembaca KompasTravel menginap di Umah Bali Villa ini, akan ketagihan seumur hidup.

Pasalnya, pemandangan alam hijau yang dikelilingi sawah, suara burung berkicau, semua anugrah alam itu ada di vila ini.

Baca: 4 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Wanita Ketika Sedang Menstruasi

Sore itu jam 17.00 saya berjalan mengelilingi sawah yang berlumpur

Pohon padi mulai tertanam mungil. Seorang petani sebut saja "Pan Klenang" dengan tenang menyabit rumput liar, sambil menghalau bebek ternaknya. 

Senyuman yang khas menyambut saya yang tiba di depan sawahnya.

Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. (MADE AGUS WARDANA)

"Saking napi, wenten napi driki Pak?" (Bapak dari mana dan kenapa berada disini?) tanya "Pan Klenang."

Baca: Absen di Sidang Perdana Gugatan Cerai, Veronica Tan Titipkan Surat pada Pengacara, Ini Isinya

Saya langsung jawab dengan senyum menawan, "Tiang saking Denpasar, melali nike pak!" (Saya dari Denpasar, jalan-jalan di sini Pak).

Sapaan seperti di atas mengingatkan kita keramahan warga lokal yang membuat kita merasa betah di Desa Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar ini. 

Sementara itu, ratusan bebek berjejer rapi, seolah-olah bercerita akan kesuburan sawah ini.

Mengorek tanah lumpur mencari aneka cacing, mencotot apa saja yang dilihatnya.

Begitu cuek dan bahagianya bebek-bebek menikmati alam habitatnya.

Kamar Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Kamar Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. (MADE AGUS WARDANA)

Baca: KPK Sebut Penggunaan Money Changer dalam Aliran Dana E-KTP untuk Kelabui Penegak Hukum

Saling cubit, berloncat dan cerewet dengan bahasa khasnya: "kwek kwek kwek..."  

Ah, cerewet banget si bebek ini! Suasana inilah yang merindukan hati, ingin tetap berada di desa ini dan tinggal dengan nyaman di Umah Bali Villa untuk jangka waktu yang lama.

 Umah Bali Villa yang beralamat di Br. Tanggayuda Kedewatan Ubud, Bali 80571 terletak di tengah sawah luas, jauh dari hiruk pikuk lalu lintas. 

Kolam renang privasi dengan 3 kamar tidur, dapur dengan fasilitas termodern. Vila dengan 2 lantai berkapasitas untuk 6 orang ini dibarondol seharga Rp 1,2 juta per malam.

Harga yang murah bersahabat yang sangat memuaskan hati para pelanggannya.

Tamu yang menginap bisa menikmati fasilitas Umah Bali Villa dengan daily breakfast, tv, wifi dan AC. 

Tidak itu saja, keramahan pemilik vila, Pak Ngakan beserta istrinya selalu siap sedia jika anda membutuhkan informasi secepatnya.

Baca: Tenant Kopi Lawu Kenalkan Kopi Khas Magetan di Event Ngopi Bareng KAI

Kita terasa dimanjakan oleh keluarga Pak Ngakan dengan breakfast setiap pagi.

"Ah, sungguh baik hati, Ibu dan Bapak Ngakan menjamu setiap tamunya," kata saya dalam hati.

Bali Menggeliat Lagi 

Terjadinya letusan Gunung Agung sangat berpengaruh terhadap  pariwisata Bali.

Akibatnya berdampak kepada semua lini perekonomian masyarakatnya yang harus berjuang mendapatkan rezeki wisata sebagai tumpuan hidup.

Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku wisata untuk memulihkan pariwisata Bali.

Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Umah Bali Villa di Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. (MADE AGUS WARDANA)

Namun apa mau dikata, Gunung Agung tetap cuek, memberikan ketidapastian letusan, bahkan membuat hati menjadi galau sehingga masyarakatnya menerima apa adanya.

Kalau meletus silakan, kalau tidak meletus tidak apa-apa, hidup ini harus berjalan seperti biasa.

Sewaktu saya tiba di Bandara Ngurah Rai pada tanggal 6 Januari 2018 dengan pesawat Emirates dari Brussel, Belgia, terlihat jumlah penumpang terdiri dari warga asing penuh di pesawat.

Itulah pertanda geliat pariwisata sudah mulai membaik dan turis mulai berdatangan ke Bali lagi. 

Indikator ini tentunya menjadi harapan positif bagi pelaku wisata dan masyarakat penikmat dollar bahwa kedatangan turis mancanegara memberikan citra positif terhadap pariwisata Bali(MADE AGUS WARDANA, tinggal di Belgia)

Artikel di atas sebelumnya dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Menginap di Umah Bali Villa Ubud, Wow Senangnya...

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved