Agenda Solo

Rundown Acara Solo Menari 2026 dan Cara Menontonnya : Hari Ini Pembukaan, Workshop, Lanjut Panggung

Solo Menari 2026 bisa jadi destinasi menarik bagi kamu pecinta seni dan budaya, serta hiburan untuk konten media sosial.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
SOLO MENARI - Gelaran Solo Menari 2025 diikuti antusias para penari yang ada di Kota Solo, Selasa (29/4/2025). Solo Menari 2026 bisa jadi destinasi menarik bagi kamu pecinta seni dan budaya, serta hiburan untuk konten media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Solo Menari 2026 akan digelar pada 28-29 April dengan tema "Aku Kipas", melibatkan ribuan penari dan merayakan Hari Tari Sedunia di Balai Kota dan Titik Nol Solo.
  • Penutupan jalan (Jenderal Sudirman & Arifin) dari 13.00-16.00 WIB selama dua hari, dengan pengalihan arus dan kantong parkir di sekitar lokasi.
  • Festival ini juga menawarkan pameran kipas, workshop tari, kuliner khas Solo, dan wisata budaya di Keraton Surakarta.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solo Menari 2026 digelar hari ini, tepatnya pada 28-29 April 2026 di Solo, Jawa Tengah.

Solo Menari 2026 bisa jadi destinasi menarik bagi kamu pecinta seni dan budaya, serta hiburan untuk konten media sosial.

Perayaan Hari Tari Sedunia ini bukan sekadar sebuah acara seni, tetapi sebuah perhelatan budaya yang menggabungkan tradisi, kreativitas, dan pariwisata dalam satu panggung kolosal yang menyatukan ribuan penari dari berbagai daerah dan negara.

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Solo Selasa 28 April 2026: Hari Ini Ada di Pucangsawit dan Pasar Kliwon

Solo Menari 2026 diprediksi akan menjadi salah satu festival budaya terbesar di Indonesia tahun ini, dengan tema “Aku Kipas (Aha Pankha)” yang melambangkan persatuan dan kebersamaan.

Sejarah dan Makna Solo Menari

Solo Menari pertama kali digelar pada tahun 2008 dan sejak saat itu terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala besar yang mempertemukan ribuan penari.

Selain sebagai perayaan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April, festival ini juga menjadi ruang bagi penari dari Indonesia dan mancanegara untuk berkumpul dan merayakan seni tari dalam bentuk yang lebih inklusif.

Solo Menari menjadi perayaan gerak tubuh yang tak hanya memukau, tetapi juga mengajak penonton untuk merasakan energi kebersamaan yang tercipta melalui seni.

SOLO MENARI - Sebanyak 5.035 penari, yang membentuk barisan sepanjang 1,5 kilometer, membawakan tari gambyong dalam acara Solo Menari di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/4/2018) pagi. Solo Menari 2026 bakal kembali digelar pada 28-29 April 2026 di Solo, Jawa Tengah.
SOLO MENARI - Sebanyak 5.035 penari, yang membentuk barisan sepanjang 1,5 kilometer, membawakan tari gambyong dalam acara Solo Menari di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/4/2018) pagi. Solo Menari 2026 bakal kembali digelar pada 28-29 April 2026 di Solo, Jawa Tengah. (Kompas.com/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

Tema “Aku Kipas”: Simbol Kreativitas dan Persatuan

Pada edisi 2026, Solo Menari mengangkat tema "Aku Kipas (Aha Pankha)".

Kipas, yang merupakan properti penting dalam berbagai tradisi tari dunia, dipilih sebagai simbol karena maknanya yang universal. Kipas menggambarkan keindahan, kesejukan, dan semangat berbagi.

Lebih dari 3.000 penari diperkirakan akan tampil serentak menggunakan kipas sebagai properti utama mereka.

Koreografi massal ini dirancang untuk menciptakan harmoni visual yang memukau, sekaligus menyampaikan pesan tentang persatuan lintas budaya.

Setiap gerakan tari menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan berbagai komunitas budaya di dunia.

Baca juga: Agenda Solo Hari Ini Selasa 28 April 2026 : Saksikan Solo Menari yang Dimeriahkan Ribuan Penari

Lokasi dan Jadwal Solo Menari 2026

Solo Menari 2026 akan diselenggarakan pada 28-29 April 2026 di dua lokasi utama:

  • Balai Kota Solo: Sebagai pusat kegiatan, Balai Kota akan menjadi panggung utama bagi ribuan penari yang menampilkan koreografi kolosal.
  • Titik Nol Kota Solo: Titik ini akan menjadi titik awal dimulainya parade tari massal yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai belahan dunia.

Festival ini bukan hanya sekadar pertunjukan tari, tetapi juga sebuah pengalaman budaya yang mendalam.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved