Dalam Sehari, 1.200 Anjing Dipotong untuk Konsumsi Warga di Kota Solo
2017, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mengatakan Solo menjadi kota dengan konsumsi daging anjing tertinggi di provinsi itu
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Heru Krisnandi adalah seorang penikmatdaging anjing asal Solo, Jawa Tengah.
Dia tidak hanya menyukai rasa daging hewan itu, tetapi juga sensasi hangat yang menurutnya menjadikan dia jauh lebih energik.
Heru sangat memahami anjing adalah hewan peliharaan yang tak lazim untuk dikonsumsi dagingnya.
Namun, fakta itu tak membuatnya berhenti menyantap daging hewan tersebut dan pria ini bahkan memelihara seekor anjing di rumahnya.
"Saya punya seekor anjing, tetapi saya tidak tega menyantap anjing milik sendiri"
"Saya tak peduli bagaimana anjing-anjing itu dibunuh selama saya tidak melihat prosesnya," ujar Heru seperti dikutip harian The Jakarta Post, Rabu (21/2/2018), dikutip TribunSolo.com.
Baca: Pernah Pamerkan Mobil & Rumah Mewahnya, Ternyata Begini Perlakuan Evi Masamba Pada Neneknya
Heru tak mengetahui bahwa menurut para aktivis hak hewan, anjing-anjing itu diperlakukan brutal sebelum dipotong dan dagingnya disajikan untuk para penggemar kuliner ekstrem itu.
Di sisi lain, banyak orang yang mendapatkan keuntungan dari menjual daging hewan yang kerap disebut sahabat terbaik manusia itu.
Salah satunya adalah Sukardi (61) yang sudah menjual masakan berbahan daging anjing sejak 1979.
Kini, Sukardi memiliki empat warung makan dengan menu utama daging anjing.
Dia harus merogoh kocek Rp 150.000 untuk mendapatkan seekor anjing.
Baca: KPU Solo Tentukan 15 Titik Pemasangan Baliho Kampanye Pilgub Jateng 2018
Namun, dia bisa meraih keuntungan hingga Rp 3 juta sehari.
Dalam satu hari, Sukardi membutuhkan 8 hingga 12 anjing untuk dipotong dan dimasak demi memenuhi kebutuhan pelanggan di keempat warungnya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/solo_20180221_200249.jpg)