Perajin Setagen di Desa Luwang, Gatak, Sukoharjo, Ini Tiap Hari Bikin 40 Meter Kain Setagen
"Saya mulai terjun di dunia tenun sejak saya putus sekolah dasar kelas lll, " ujarnya menambahkan.
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dukuh Blimbing di Desa Luwang, Gatak, Kabupaten Sukoharjo, dikenal sebagai tempat pengrajin tenun setagen.
Di sana terdapat 15 pengrajin tenun, termasuk Darjo Wiryono (60).
"Saya memulai usaha ini di rumah sejak tahun 1998," tutur Darjo saat diwawancara TribunSolo.com di rumahnya, Kamis (1/3/2018).
"Saya mulai terjun di dunia tenun sejak saya putus sekolah dasar kelas lll, " ujarnya menambahkan.
Menurut Darjo, usaha tenun setagennya tak sebagus dahulu.
"Untuk saat ini karyawan saya tinggal 5-7 orang saja," kata dia.
"Karena masyarakat sekarang lebih senang kerja di luar (desa)."
"Dan juga mengingat upah yang minimal (kalau kerja di tempat pengrajin tenun)," ujar Darjo.
Adapun para pekerja di tempat Darjo bekerja pukul 08.00-15.00 WIB.
Setiap hari tempat usaha Darjo bisa memproduksi 40 meter kain setagen.
Karena setiap satu setagen membutuhkan empat meter kain maka rata-rata satu karyawan menghasilkan 10 setagen tiap hari.
Adapun bahan dasar pembuatan setagen adalah benang putih dengan dua jenis benang katon dan benang ukuran 12.
Kemudian benang tersebut diwarnai sesuai yang diinginkan.
Lalu dijemur sampai kering dan di-erek (di buat lilitan), selanjutnya di-jeglek (ditenun).
Membuat tenun setagen membutuhkan waktu kurang-lebih satu jam.
Setelah jadi, setagen dikirim ke pengepul setiap satu minggu sekali.
Adapun harganya per kodi Rp 200,000. (Wartawan Magang TribunSolo.com/Ambar Arum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tenun_20180302_160211.jpg)