Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Airlangga Jadi Kandidat Kuat

Sosok Mahfud yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama dianggap dapat membantu Jokowi untuk memikat pemilih dari kalangan Islam

Tayang:
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. 

"Buktinya saya seminggu terakhir ini ada di luar negeri, memenuhi undangan untuk ceramah"

"Saya biarkan saja wacana itu (pencawapresan) berkembang alamiah," kata mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Baca: Tak Ingin Dianggap Sok-sokan, Inul Ungkap Alasan Dirinya Lakukan Perawatan Tubuh Meski Mahal

Mahfud yang merupakan salah satu nama yang diusung PKB sebagai capres menjelang Pilpres 2014 mengatakan, dia tidak ingin isu politik ini menganggu aktivitasnya.

"Dulu di tahun 2013, saya sampai sering tidak bepergian karena ingin menjaga momentum"

"Persoalan Indonesia di masa depan sangatlah serius, harus dicari sosok yang benar-benar nasionalis dan berintegritas," kata Mahfud.

"Saya merasa wajib membiarkan proses seleksi berjalan baik dan membuka luas diskusi-diskusi untuk memunculkan calon alternatif lain," kata dia.

Mahfud menambahkan, lagipula jabatan itu kerap tidak dapat jika dikejar-kejar malahan banyak yang diam saja dan memperolehnya.

Airlangga masuk daftar

Nama kedua yang disebut McBeth adalah Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Baca: HUT ke-58, DHC 45 Diharapkan Bisa Tingkatkan Semangat Nasionalisme

Airlangga, menurut sumber John McBeth yang dekat dengan Istana Kepresidenan, diyakini akan memberi nilai tambah dengan mesin politik dan akar rumput Partai Golkar yang kuat di tingkat nasional.

Perihal kemunculan namanya, Airlangga menepis isu tersebut.

Dia mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini masih berkonsentrasi pada pemenangan pemilu kepala daerah (pilkada).

"Memang pada saat bertemu PDI-P kemarin ada pembahasan mengenai kepemimpinan nasional"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved