Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Airlangga Jadi Kandidat Kuat

Sosok Mahfud yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama dianggap dapat membantu Jokowi untuk memikat pemilih dari kalangan Islam

Tayang:
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. 

TRIBUNSOLO.COM - Spekulasi mengenai siapa yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden 2019 terus bermunculan.

Wartawan senior Selandia Baru yang pernah bertugas di Indonesia, John McBeth, memunculkan dua nama yang sedang dipertimbangkan dengan sangat serius dan berpotensi menjadi pendamping Jokowi untuk 2019.

Dalam tulisannya di Asia Times, Selasa (21/3/2018), McBeth menyebut nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Sosok Mahfud yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama dianggap dapat membantu Jokowi untuk memikat pemilih dari kalangan Islam.

Baca: Viral Video Anak Balita Perempuan Diberi Rokok, Sang Ibu Ditahan Kepolisian AS

Selain itu, pengalaman Mahfud sebagai Ketua MK juga dianggap menjadi nilai lebih.

McBeth bahkan menyebut bahwa Mahfud telah bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang disebut memiliki peran dalam pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

Mahfud tidak membantah bahwa memang ada pertemuan dengan Luhut pada 8 Maret lalu.

Namun, saat itu mereka bertemu dalam rangka acara ulang tahun Ibu Sinta Nuriyah Wahid.

Baca: Walikota Solo Hadi Rudyatmo : Selamat Ulang Tahun Ke-8 Tribunnews.com, Moga Makin Berpengaruh

Akan tetapi, Mahfud menampik bahwa sudah ada ajakan langsung dari Jokowi atau orang sekitar Presiden ketika.

"Belum, belum ada ajakan secara langsung dari Pak Jokowi," ucap Mahfud saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/3/2018).

Mahfud tak mengejar

Mahfud menambahkan, memang ada diskusi mengenai masa depan Indonesia, termasuk kepemimpinan nasional menyongsong Pemilu 2019 dengan sejumlah kalangan baik dengan orang dekat Jokowi atau tidak.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai pernyataan kesediannya menjadi pendamping Jokowi jika ditawari dan mengapa dengan berani menyatakan, Mahfud mengatakan bahwa dia belum serius menanggapi soal pencawapresan ini.

"Buktinya saya seminggu terakhir ini ada di luar negeri, memenuhi undangan untuk ceramah"

"Saya biarkan saja wacana itu (pencawapresan) berkembang alamiah," kata mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Baca: Tak Ingin Dianggap Sok-sokan, Inul Ungkap Alasan Dirinya Lakukan Perawatan Tubuh Meski Mahal

Mahfud yang merupakan salah satu nama yang diusung PKB sebagai capres menjelang Pilpres 2014 mengatakan, dia tidak ingin isu politik ini menganggu aktivitasnya.

"Dulu di tahun 2013, saya sampai sering tidak bepergian karena ingin menjaga momentum"

"Persoalan Indonesia di masa depan sangatlah serius, harus dicari sosok yang benar-benar nasionalis dan berintegritas," kata Mahfud.

"Saya merasa wajib membiarkan proses seleksi berjalan baik dan membuka luas diskusi-diskusi untuk memunculkan calon alternatif lain," kata dia.

Mahfud menambahkan, lagipula jabatan itu kerap tidak dapat jika dikejar-kejar malahan banyak yang diam saja dan memperolehnya.

Airlangga masuk daftar

Nama kedua yang disebut McBeth adalah Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Baca: HUT ke-58, DHC 45 Diharapkan Bisa Tingkatkan Semangat Nasionalisme

Airlangga, menurut sumber John McBeth yang dekat dengan Istana Kepresidenan, diyakini akan memberi nilai tambah dengan mesin politik dan akar rumput Partai Golkar yang kuat di tingkat nasional.

Perihal kemunculan namanya, Airlangga menepis isu tersebut.

Dia mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini masih berkonsentrasi pada pemenangan pemilu kepala daerah (pilkada).

"Memang pada saat bertemu PDI-P kemarin ada pembahasan mengenai kepemimpinan nasional"

"Namun isu ini baru akan kita bahas setelah pilkada," kata Airlangga, ketika dihubungi Kontributor Kompas.com di Singapura, Ericssen, Kamis.

Baca: 2 Anggota TNI Dikeroyok 15 Anggota Ormas di Bekasi

"Saat ini Partai Golkar mengoptimalkan mesin partai untuk memenangkan pasangan kepala daerah yang kita usung," ucap dia.

Jokowi, menurut McBeth, diyakini akan memutuskan pendampingnya pada Juli mendatang, sebulan sebelum tenggang waktu pendaftaran capres dan cawapres.

John McBeth merupakan wartawan senior yang menghabiskan kariernya menuliskan mengenai politik Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Dia pernah menulis untuk harian Singapura Straits Times selama 11 tahun.

Baca: Tak Hanya Foto Bikin Geram, Syahrini Ucapkan Kalimat Ini saat Kunjungi Holocaust Memorial di Jerman

Saat ini dia aktif menulis di Asia Times, The Nikkei Asian Review, dan The South China Morning Post.

McBeth juga penulis buku The Loner: President Yudhoyono's Decade of Trial and Indecision yang berisi uraian komprehensif 10 tahun kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. (Kompas.com/Ericssen)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Airlangga Dinilai Jadi Kandidat Kuat"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved