Rayakan Ulang Tahun ke-52, Korem 074/Warastratama Surakarata Gelar Gladhen Ageng Jemparingan
Jemparingan merupakan seni memanah gaya Mataram yang dulu sering digelar di seluruh wilayah kerayaan kuno Yogyakarta
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com0, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Merayakan ulang tahun ke 52, Korem 074/Warastratama Surakarata mengadakan Gladhen Ageng Jemparingan Gaya Mataram, Minggu (8/4/2018).
Jemparingan merupakan seni memanah gaya Mataram yang dulu sering digelar di seluruh wilayah kerayaan kuno Yogyakarta.
Seni memanah ini dilakukan dengan duduk bersila di bawah terik matari.
Kegiatan ini mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat.
Baca: Kebahagiaan Usai Miliki Anak Diusik Berita Palsu, Siti Nurhaliza Marah Besar
Terdapat sekitar 300an peserta dari berbagai wilayah yang mengikuti jemaparingan ini.
"Di Jemparingan ini masyarakat bisa berkumpul, berlatih, melestarikan kebudayaan lokal," kata kepala penerangan korem 074 wirastratama, Kapten (inf) Alfiyan Yudha Minggu (8/4/2018) siang.
"Ini diadakan agar kita sebagai orang Solo tidak lupa bagaimana budaya orang Solo, seperti apa dulunya," katanya.
Peserta jemparingan duduk bersila membentuk barisan.
Baca: 4 Inspirasi Mix and Match Busana Kasual ala Tantri Namirah
Posisi duduk dengan gaya mataraman.
Jarak bandulan panjang yang jadi sasaran tembak sekitar 30 meter.
Bandulan atau sasaran tembaknya adalah irisan serabut bambu yang diikat jadi satu.
Pertandingan ini tidak hanya diikuti oleh pria saja, namun juga diikuti oleh wanita dan anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/korem-074-warastratama-surakarta_20180408_170256.jpg)