Pemerintah RI Izinkan Negara Pasifik Lihat Papua dari Dekat

Menurut Wiranto, banyak informasi terkait dengan pembangunan Papua yang tidak sampai ke negara-negara di Pasifik, termasuk negara Kepulauan Solomon

DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Menkopolhukam Wiranto usai diundang untuk membuka seminar yang digelar Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI), di Hotel Bidakara, Kamis (19/4/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta negara Kepulauan Solomon mengirimkan perwakilan dari negara Pasifik itu ke Papua.

Hal itu disampaikan oleh Wiranto setelah ia bertemu dengan Duta Besar Solomon untuk Indonesia Salana Kalu di Kantor Kemenko Polhukam pada Senin (23/4/2018).

"Kami minta ada kunjungan dari teman-teman Solomon untuk melihat langsung," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, banyak informasi terkait dengan pembangunan Papua yang tidak sampai ke negara-negara di Pasifik, termasuk negara Kepulauan Solomon.

Baca: Hari Ini Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie Bakal Beri Penjelasan Terkait Kasus BLBI dan Bank Century

Akhirnya, kata Wiranto, banyak informasi tak tepat yang beredar.

Hal ini membuat citra Indonesia di mata negara-negara di Pasifik menjadi buruk.

Wiranto mengatakan, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Indonesia menjajah Papua.

"Kunjungan untuk melihat bahwa apa yang didapatkan soal informasi ke negara lain itu tidak benar," kata dia.

Baca: Pelaksanaan UNBK, SMP Muhammadiyah 14 Koja Kehilangan 14 Laptop

"Bahwa Indonesia menjajah Papua, bahwa Indonesia tidak membangun Papua, bahwa di sana masih ada perang yang memakan korban (itu tidak benar)," lanjut dia.

Rencananya, Wiranto juga akan mengundang negara Pasifik lainnya ke Kemenko Polhukam.

Menurut dia, hal ini penting dilakukan agar negara-negara di Pasifik mengetahui informasi yang benar tentang Papua. (Kompas.com/Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah RI Persilakan Negara Pasifik Lihat Papua dari Dekat " 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved