Bertemu Jokowi, Alumni 212 Ungkap Kriminalisasi Ulama dan Aktivis Alumni 212
Dalam pertemuan itu, para tamu yang hadir tidak diperkenankan membawa alat komunikasi.
"Meminta Istana mengusut tuntas bocornya foto dan berita tersebut sebagai kelalaian aparat Istana yang tidak bisa menjaga rahasia negara," ujar dia menegaskan.
Sedangkan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak, mengungkapkan, pertemuan itu juga membahas adanya ketidakadilan dalam proses hukum terhadap para ulama dan aktivis 212.
"Sedangkan laporan yang dibuat oleh para ulama dan aktivis kami terkait penistaan dan pelecehan agama maupun ulama tidak ada satu proses yang akurat," ujarnya.
Baca: PDI-P Akui Kesulitan Cari Cawapres Seperti Jusuf Kalla
"Bahkan cenderung mengulur-ulur."
"Itulah yang kami sampaikan kemarin di Istana," kata Yusuf, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.
Dalam pertemuan itu, para tamu yang hadir tidak diperkenankan membawa alat komunikasi.
Di sisi lain, kata dia, Presiden Jokowi juga meminta seorang fotografer untuk menghentikan proses dokumentasi agar pembicaraan berlangsung kondusif.
Baca: Sumur Minyak di Aceh Timur yang Meledak dan Tewaskan 10 Orang Merupakan Pengeboran Ilegal
Selain itu, tidak ada wartawan Istana Kepresidenan yang meliput pertemuan tersebut.
Sehingga pertemuan terkesan dilakukan secara tertutup.
Tim 11 akan menunggu keputusan Presiden Jokowi terkait pembahasan tersebut. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Alumni 212 Ungkap Isi Pertemuan Tertutup dengan Jokowi