Dulu Sebut Pendek dan Gendut, Kini Donald Trump Sebut Kim Jong Un 'Sangat Terbuka dan Terhormat'

Trump menyampaikan pujian tersebut saat dia menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron di Washington DC.

Tayang:
Penulis: rika apriyanti | Editor: Daryono
Kolase Kompas.com
Kim Jong Un dan Donald Trump 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM, NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencap pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 'sangat terbuka' dan 'sangat terhormat' selama acara di Gedung Putih pada Senin (23/4/2018).

Trump menyampaikan pujian tersebut saat dia menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron di Washington DC.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyampaikan bahwa dia ingin segera mungkin bertemu dengan Kim Jong Un.

"Sejauh menyangkut Korea Utara, kami akan mengadakan pertemuan dengan Kim Jong Un dan itu akan segera terjadi," ujar Trump seperti dilansir TribunSolo.com dari Metro.co.uk pada Rabu (25/4/2018).

Baca: 10 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

"Kami telah diberi tahu secara langsung bahwa mereka ingin mengadakan pertemuan sesegera mungkin, dan kami pikir itu adalah hal yang luar biasa bagi dunia."

"Ini adalah hal yang hebat untuk Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, Prancis dan semua." 

"Jadi kami melakukan diskusi yang sangat baik. Kim Jong Un, dia benar-benar sangat terbuka dan saya pikir sangat terhormat dari semua yang kami lihat," tambah Trump.

Akhir-akhir ini hubungan Amerika Serikat (AS) dan Korut semakin membaik.

Pekan lalu, terungkap Menteri Luar Negeri Trump yang baru, Mike Pompeo, telah bertemu secara diam-diam dengan Kim di ibukota Korea Utara, Pyongyang.

Baca: BPCB Provinsi Jawa Tengah, Ajak Pelajar Pahami Cagar Budaya

Pujian Trump terhadap Kim ini sangat berbeda dengan kicauan yang ia tulis di Twitter pada November 2017.

Menjelang KTT APEC Vietnam, Trump kembali melemparkan serangkaian kecaman terhadap Kim Jong Un lewat akun Twitternya. 

Pada Sabtu (12/11/2017), Korea Utara mengkritik kunjungan Trump ke beberapa negara Asia dengan menyebutnya sebagai perjalanan untuk memicu perang. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved