Bus Tingkat Werkudara di Solo Kini Punya 'Adik', Sumbangan dari Tahir Foundation
Hanya, bus dengan fasilitas 60 kursi di lantai dua dan 17 kursi di lantai satu itu masih dalam proses perngurusan administrasi.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat sumbangan satu unit bus tingkat.
Sebelumnya, Pemkot Solo telah memiliki bus tingkat untuk pariwisata yang diberi nama Bus Tingkat Werkudara
Sumbangan ini diberikan oleh Tahir Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang membawahi Mayapada Group.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, Jumat (25/5/2018), mengatakan bus tiba di Kantor Dishub Solo Kamis (24/5/2018) malam.
Bagian dalam lantai dua bus tingkat sumbangan Tahir Foundation untuk Pemkot Solo. (TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA)
Baca: Jadi Daya Tarik Wisatawan saat di Solo, Begini Sejarah Bus Tingkat Werkudara
"Busnya datang semalam pada pukul 22.00 WIB, diserahkan oleh pihak Tahir Foundation kepada Pemkot Solo," kata dia saat ditemui TribunSolo.com di ruang kerjanya.
Menurutnya, bus bertingkat itu adalah bus berteknologi mumpuni.
Sebab, mesinnya adalah mesin Mercedes Benz, dengan fasilitas lengkap seperti LCD TV, AC, dan lainnya.
Hari mengatakan, bus tersebut akan digunakan sebagai bus pariwisata di Kota Solo, menjadi "adik" Bus Werkudara.
Baca: Tak Ditahan, Remaja yang Tantang dan Hina Jokowi Ini Dititipkan di Tempat Khusus di Cipayung
Tangga berundak yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua bus tingkat sumbangan Tahir Foundation untuk Pemkot Solo. (TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA)
Hanya, bus dengan fasilitas 60 kursi di lantai dua dan 17 kursi di lantai satu itu masih dalam proses perngurusan administrasi.
"Adminsitrasi masih berjalan, masih proses balik nama," kata dia.
Selain itu, petugas dari Dishub Solo juga akan dilatih secara intensf oleh tim ahli dari Tahir Foundation.
Dia mengatakn, pelatihan terkait operasional bus yang juga memiliki bermacan tombol fungsional fasilitas.
"Semuanya serbaotomatis, banyak juga tombol-tombol di bus, maka petugas perlu dilatih," ujar Hari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bus-tingkat_20180525_133126.jpg)