Dirjen Kemenhub Minta Pengelola Tutup Jalur Persimpangan Perkampungan di Tol Solo-Kertosono
Hal ini diperlukan untuk menjamin keamanan dan juga kenyamanan pengguna jalan tol saat arus mudik dan bali lebaran mendatang
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Menjelang pemanfaatan Jalan Tol Solo-Kertosono, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi meminta kepada pihak jasa marga untuk menutup akses persimpangan di perkampungan sekitar.
Hal ini diperlukan untuk menjamin keamanan dan juga kenyamanan pengguna jalan tol saat arus mudik dan bali lebaran mendatang.
"Nanti kalau sudah difungsikan, Jasa Marga agar menutup perlintasan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), Budi Setiyadi Jumat (1/6/2018) siang.
"Jangan sampai tol yang sudah cukup bagus ini ada sepeda motor yang masuk," ujarnya.
Baca: Pengajian Nuzulul Quran, Mahasiswa Unisri Solo Diminta Berpedoman pada Alquran
Budi juga mengatakan dirinya sempat melihat banyak masyarakat yang menjemur padi di jalan tol.
"Saya harap nanti H-7 dan H+7 sudah tidak ada lagi," ucapnya.
Sementara, dari hasil peninjauan tol tersebut, Budi mengatakan, akses jalan tol mulai dari Kartasura sampai dengan Ngawi jawa Timur sudah layak untuk dilewati.
Baca: Tinggal di Sydney, Penampilan Terkini Putri Sulung Linna dan Mario Teguh Jadi Sorotan
Meskipun beberapa bagian masih dalam tahap penyelesaian.
Rencananya, dibukanya jalan tol Solo-Ngawi masih dibagi beberapa kategori, yakni ada yang fungsional dan juga ada yang operasional tapi belum berbayar.
Sedangkan untuk Ngawi ke Wilangan sudah operasional dan berbayar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/direktur-jenderal-dirjen-perhubungan-darat-kementerian-perhubungan-kemenhub-budi-setiyadi_20180601_154032.jpg)