Keraton Solo Berduka, Kanjeng Win Meninggal Dunia

Informasi yang diterima TribunSolo.com, Kanjeng Win meninggal pukul 21.00 WIB akibat serangan jantung di RS UNS Kartasura, Sukoharjo.

Penulis: Daryono | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS
Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Aryo Winarnokusuma alias Kanjeng Win semasa hidup. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kabar duka datang dari keluarga Keraton Kasunanan Surakarta.

Mantan Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Aryo Winarno Kusumo atau akrab disapa Kanjeng Win meninggal dunia, Senin (11/6/2018) malam.

Informasi yang diterima TribunSolo.com, Kanjeng Win meninggal pukul 21.00 WIB akibat serangan jantung di RS UNS Kartasura, Sukoharjo.

Putra Kanjeng Win, Eka Hari Wibawa membenarkan kabar meninggalnya sang ayah. 

Sebelum kabar meninggalnya Kanjeng Win beredar, pada Senin sore, Eka yang merupakan wartawan televisi sempat meminta doa kepada rekan-rekan wartawan lantaran sang ayah masuk di ICU RS UNS Solo akibat sakit jantung.

Dikutip TribunSolo.com dari kesolo.com, Kanjeng Win merupakan sosok sederhana yang diangkat oleh Paku Buwono (PB) XII sebagai salah satu “penjaga” budaya jawa di Keraton Kasunanan Surakarta.

Hal ini terkait dengan keahliannya dalam menulis huruf jawa (seratan), melantunkan tembang-tembang jawa (macapatan) dan penguasaan tata cara berbahasa jawa (hamicara).

Di Pawiyatan Pambiworo, sebuah lembaga pendidikan seni budaya di keraton, KP Winarno Kusumo mengabdikan diri sebagai empu budaya jawa.

KP Winarno Kusumo lahir di Sukoharjo 11 Februari 1949, belajar budaya jawa sejak kecil dari ayahnya Raden Tumenggung (RT) Taryo Kusumo yang saat itu merupakan seorang maestro bahasa jawa.

Sang ayah sangat menguasai tembang macapat (termasuk puluhan jenis iramanya), piawai dalam menulis huruf-huruf jawa hanacaraka dan menjadi penerjemah kitab-kitab lama kraton dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.

“Dari bapak saya belajar banyak, termasuk nilai-nilai falsafah Jawa."

"Saya tumbuh di tengah lingkungan budaya Jawa, sehingga tidak asing dengan budaya Jawa,” kata Winarno.

Sejak SD dan SMP Winarno Kusumo sering menjuarai lomba pidato bahasa jawa dan nembang, bahkan ketika duduk di kelas 2 SMP dia dipercaya mengasuh siaran bahasa jawa di Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, dan juga mengisi program siaran macapatan saat menginjak kelas 3 SMP.(TribunSolo.com/Daryono)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved