Bentengi Radikalisme di Kampus, UNS Solo Bakal Dirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan

Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme mahasiswa dan memberantas radikalisme di kalangan universitas.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Prof. Dr. Hermanu Joebagio (kiri) dan Retno Tanding Suryandari, PhD (kanan), ditemui di Kafe Solo Bistro, Kamis (12/7/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berencana mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme mahasiswa dan memberantas radikalisme di kalangan universitas.

Guru Besar Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Prof. Dr. Hermanu Joebagio, mengatakan, inisiasi dibentuknya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan mendapat dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Inisiasi dibentuknya mendesak sekali berdasarkan potensi radikalisasi di kampus," ungkapnya saat berbincang bersama awak media di Kafe Solo Bistro, Kamis (12/7/2018) siang.

Imam Nahrowi Ucapkan Selamat untuk Kemenangan Lalu Muhammad Zori di Kejuaran Dunia Atletik U-20

Hermanu mengungkapkan, di UNS, potensi radikalisasi sudah menjamur sejak tahun 90'an.

Bahkan, kata dia, sejak tahun 80'an bahaya dan ancaman kemajuan bangsa tersebut sudah ada di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Untuk itu pihaknya menganggap pentingnya sebuah studi untuk memberantas radikalisme di lingkungan universitas sampai ke akarnya.

"Maka pertemuan dengan wartawan ini juga untuk mewadahi masukan-masukan agar studi lanjut ini nantinya dapat terealisasi di kampus," ungkapnya.

Istri Bos Abu Tours Jadi Tersangka Lalu Ditahan di Rutan Polda Sulsel

"Sebelumnya kami undang BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Red) untuk mentraining guru dan dosen mengenai pemahaman Pancasila, dan mereka setuju adanya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan," imbuh dia.

Sementara itu, Dosen Manajemen FEB UNS, Retno Tanding Suryandari, PhD., menambahkan, pendirian pusat studi tersebut agar sekitar 36 ribu mahasiswa di UNS paham Pancasila dan kebangsaan secara utuh.

"Kongkritnya kami bentuk agenda bekerjasama dengan berbagai stakeholders di bawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Red)," ujarnya.

Ia mencontohkan, kegiatan untuk menyampaikan jiwa Pancasila dan kebangsaan satu di antaranya diusulkan dari suara wartawan.

Pembangunan Jalan Layang Purwosari Solo Akan Dimulai November 2018

Yakni seperti pemutaran film pendek yang dianggap berjiwa muda, digandrungi mahasiswa, dan bisa beramanat Pancasila serta kebangsaan.

Puncaknya, akan digelar acara bertajuk Pancasila dan Kebangsaan di universitas setempat pada 8 Agustus 2018 mendatang.

Rencananya, Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri juga akan diundang dan dihadiri oleh 1.500 tamu terdiri dari mahasiswa, civitas akademika UNS, dan lainnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved