Kapal Rombongan Wisatawan Terkena "Bom Lava" Gunung Api Kilauea saat Ikuti Tur Wisata di Hawaii

Muntahan lava bak bom dari Gunung Api Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat mengenai kapal yang mengangkut wisatawan.

Penulis: rika apriyanti | Editor: Daryono
Tribunsumsel.com/ilustrasi gunung meletus
ilustrasi gunung meletus 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM - Muntahan lava bak bom dari Gunung Api Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat mengenai kapal yang mengangkut wisatawan.

Kedatangan para wisawatan ke sana untuk menyaksikan lava dari erupsi gunung yang telah berlangsung sekitar dua bulan.

Lava yang mengalir ke Pasifik menjadi pemandangan spektakuler dan menghasilkan asap berkabut sehingga menarik perhatian turis.

Namun, sebuah peristiwa langka tiba-tiba terjadi.

Pelatih Persib, Mario Gomez Beberkan Alasan Tak Turunkan Igbonefo di Laga Lawan Persela Lamongan

Dilansir TribunSolo.com dari Metro.co.uk, Shane Turpin pemilik dan kapten kapal wisata tersebut mengatakan dia tidak pernah melihat ledakan hingga menghujani batu panas di kapalnya.

Turpin telah menavigasi perahu wisata lava selama bertahun-tahun dan telah tinggal di Big Island sejak 1983.

Dalam keterengannya, Turpin dan kelompok turnya berada di daerah tersebut sekitar 20 menit dan berjarak 500 meter dari gunung.

Dia kemudian membawa kapalnya lebih dekat karena tidak melihat ledakan apapun, yaitu sekitar 250 meter dari lava.

"Saat kami keluar dari zona itu, tiba-tiba segala sesuatu di sekitar kami meledak," katanya.

"Itu ada di mana-mana," tambahnya.

Globar Air Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat di Kuba yang Sebabkan 112 Orang Tewas

Atas peristiwa tersebut, 22 orang terluka bahwa seorang wanita berusia 20-an mengalami kondisi serius dengan patah tulang paha, kata Departemen Pemadam Kebakaran Hawaii.

Lava itu juga menusuk atap perahu dan meninggalkan lubang yang menganga, kata petugas pemadam kebakaran.

Pejabat setempat telah memperingatkan tentang bahaya mendekat ke lahar yang memasuki lautan.

Namun, beberapa perusahaan tetap mengoperasikan tur semacam itu meski ada bahaya.

Dikabarkan bahwa kapal wisata telah beroperasi di daerah itu setidaknya 20 tahun.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved