TPID Surakarta Memprediksi Inflasi Juli 2018 Akan Lebih Rendah daripada Bulan Sebelumnya
Sedangkan menyikapi naiknya harga daging ayam ras yang ikut merangkak naik, pihaknya mengaku akan melakukan operasi pasar.
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo memprediksi laju inflasi periode Juli 2018 akan lebih rendah dibandingkan periode Juni 2018.
Prediksi ini disampaikan oleh Sekretaris TPID Solo, Muhammad Taufik Amrozy, yang juga Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo Bidang Advisori dan Pengembangan Ekonomi Daerah.
“Hal tersebut mengacu pada pantauan yang dilakukan, di mana sejumlah komoditas di pasaran harganya mulai berangsur turun,” ujarnya kepada wartawan, termasuk TribunSolo.com, Sabtu (28/7/2018), di Solo.
Antara lain komoditas kebutuhan pokok telur ayam ras.
Sebelumnya harga telur ayam ras tinggi, dikarenakan adanya rantai distribusi yang panjang.
Namun, katanya, harga saat ini sudah normal kembali, yakni di angka Rp 22 ribu per kilogram.
Itu juga termasuk efek dari operasi pasar telur ayam ras yang dilaksanakan 22 Juli 2018 hingga 26 Juli 2018, di Pasar Legi dan Pasar Gede Solo.
“Terkait prosentase inflasi, saat belum dapat disebutkan angka pastinya, tapi prediksi akan lebih rendah dari bulan lalu,” kata Taufik.
Sedangkan menyikapi naiknya harga daging ayam ras yang ikut merangkak naik, pihaknya mengaku akan melakukan operasi pasar.
Strateginya sama dengan saat menekan stabilisasi harga telur ayam ras, dan melalui kerja sama dengan para produsen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bulog-1_20180525_140825.jpg)