Ini Usul Anggota DPRD Solo Agar Warga Rusunawa Tepat Waktu Bayar Tagihan
Dirinya memberikan saran setiap kamar yang dihuni, begenzer atau meteran listrik dipindahkan di depan pintu kamar masing-masing.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penghuni Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di berbagai tempat di Solo yang telat membayar tagihan listrik dan air akan diusir.
Pembayaran yang telat tersebut terhitung dua bulan tunggakan.
Pembayaran iuran listrik dan air yang dulunya dikelola pemerintah, pada akhirnya diserahkan pembayarannya pada paguyuban warga penghuni.
Namun nyatanya hal tersebut tidak juga menyelesaikan masalah.
• Atlet Daerah Terkendala Peralatan, Ini Tanggapan Pihak Kemenpora
“Artinya kondisi warga masyarakat yang tinggal di lima Rusun tidak berdaya," kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno. saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (3/8/2018) siang.
"Pemerintah Kota (Pemkot) mempunyai kewajiban mencarikan solusi agar warga yang tinggal tidak terbebani," ujarnya.
Dirinya memberikan saran setiap kamar yang dihuni, begenzer atau meteran listrik dipindahkan di depan pintu kamar masing-masing.
Menurut YF Sukasno, begenzer di depan kamar pemakai menggunakan sistem kartu bayar pulsa noken, kalau tidak bayar otomatis tidak akan menyala.
• Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 Digelar di Karanganyar
Selain penghuni rusun tidak merasa terbebani pembayaran listrik, juga dapat mengontrol pemakaian sendiri.
“Kalau sudah pakai noken pulsa listrik, kalau habis pulsanya kan langsung mati," katanya.
"Itu urusan masing-masing dan tidak menjadi hambatan pengelola paguyuban dan kantor,” pungkas Sukasno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ketua-komisi-ii-dprd-kota-surakarta-yf-sukasno_20170327_195221.jpg)