Petani Jambu Ngargoyoso Karanganyar Ungkap Keuntungan Bertanam Jambu Kristal
Menurut Agus, petani seperti dirinya bisa menghasilkan pendapatan dan keuntungan dari hasil tanamnya
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Agus Suwardi, petani jambu kristal mencoba menampik anggapan bahwa petani selalu kotor dan tidak berpenghasilan cukup.
Menurut Agus, petani seperti dirinya bisa menghasilkan pendapatan dan keuntungan dari hasil tanamnya.
"Saya menjual satu kilogram jambu kristal seharga Rp20-25 ribu," ucapnya kepada TribunSolo.com usai Festival Jambu Kristal di Dusun Dukuh, Desa Dukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (12/8/2018).
Agus mengkreasikan kebun jambu kristalnya agar bisa memberikan pendapatan tambahan.
• IPPK Karanganyar: Bupati Sudah Janjikan Bantu Rp 200 Juta untuk Bangun Sekretariat
Ada puluhan pohon jambu di pekarangan rumahnya.
Di pekarangan rumahnya, Agus menyediakan wisata petik jambu kristal.
Suasana kebunnya terlihat asri karena berada di area perbukitan yang menjadi nilai tambah kepada wisatawan.
Selain itu, dia mengaku mendistribusikan jambu kristal ke wilayah Solo, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya.
• Murah dan Nyaman, Inilah Alasan Kantin Mbok Jum Masih Jadi Idola Mahasiswa UNS di Era Milennial
Jambu kristal ini memang terdengar awam dibanding jambu merah yang sudah lama populer di masyarakat.
Namun, Agus mencoba keluar dari arus utama.
Ia baru menekuni kebun jambu kristal sekitar dua tahun belakangan.
"Jika formula pemupukannya pas, jambu kristal ini mempunyai rasa, pir, dan apel," katanya.
Keuntungan lainnya dari jambu kristal, masa petik bisa diundur 7-10 hari.
• Wali Kota Solo Ingin Bentuk Paskibra Pramuka
Dalam setahun, Agus mengatakan mengalami 3 kali masa petik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kebun-jambu-kristal-di-dusun-dukuh_20180815_133603.jpg)