Idul Adha 2018

Benarkah Mitos Konsumsi Jerohan atau Daging Berlebih Bisa Bikin Hipertensi Mendadak? Ini Jawabannya

Mitos ini menjadi benar adanya bila konsumsi daging atau jerohannya memang cukup banyak dan melebihi porsi yang wajar

Benarkah Mitos Konsumsi Jerohan atau Daging Berlebih Bisa Bikin Hipertensi Mendadak? Ini Jawabannya
BANGO
Ilustrasi sate kambing, yang disebut-sebut sering memicu hipertensi. 

"Sebaliknya jika makan dalam batas normal ya kemungkinan tidak akan terjadi kenaikan tekanan darah. Itu semua tergantung dari faktor predisposisi masing-masing orang." ucap Wahyu.

"Sebaliknya dalam jangka panjang kosumsi yang terus menerus akan meningkatkan kadar kolesterol yang menjadi salah satu sebab hipertensi." sambungnya.

Terkait batas ambang konsumsi daging atau jerohan sapi, Dokter Wahyu juga memberikan saran takarannya.

"Jika bicara berapa banyak konsumsi , kita akan mengacu apa yang disebut Angka Kecukupan Gizi (AKG) / Recommende Dietary Alowwed (RDA)" sebut Wahyu.

AKG/RDA ini adalah acuan untuk kebutuhan konsumsi makanan sehari-hari yang dianjurkan.

AKG ini sangat tergantung dengn berat badan dan umur seseorang.

Konsumsi daging atau jerohan ini yang diperhitungkan adalah adanya kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Untuk dewasa ambang kolesterol AKG-nya berada di kisaran 300mg dan kebutuhan ini cukup dipenuhi dengan 100 gram daging atau jika jerohan kurang dari 100 gram perhari.

Angka tersebut berdasarkan perhitungan rata-rata orang dewasa sehat.

"Jika sudah Hipertensi ya sebaiknya dihindari, atau jika kadar kolesterol darah sudah lebih 200 ya dihindari juga. Tapi ingat, kebutuhan lemak/kholesterol juaga tedapat pada makanan lainnya, maka perlu diperhitungkan konsumsi yang lain. Sekali lagi harus sadar diri akan kondisi personal. Kuncinya Dibatasi" pungkas Wahyu. (*)

Penulis: Bobby W
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved