Breaking News:

Wali Kota Solo Klaim Dirinya yang Dorong Menpora agar Atlet Berprestasi Diangkat Jadi PNS

Hadi pun menceritakan sedikit bagaimana perjuangannya meyakinkan pemerintah Indonesia agar menjadikan para atlet berprestasi agar dijadikan PNS.

Penulis: Radifan Setiawan | Editor: Hanang Yuwono
Tribun-Video.com/Radifan Setiawan
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat memberikan sambutan di acara Welcome Dinner di Loji Gandrung, Sabtu (8/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun, Radifan Setiawan

TRIBUNSOLO.COM – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku bahwa dirinyalah salah satu yang memberi ide para atlet yang berhasil mengharumkan bangsa agar dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Welcome Dinner bersama para atlet Asian Games 2018 se-Jawa Tengah pada Sabtu (8/9/2018).

Acara tersebut digelar di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo yang berada di Jl Brigjend Slamet Riyadi, Penumping, Laweyan, Solo.

Rudy menceritakan sedikit bagaimana perjuangannya meyakinkan pemerintah Indonesia agar menjadikan para atlet berprestasi agar dijadikan PNS.

Pukul Bola Kasti, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Buka Porwaso di Lapangan Kottabarat Solo

“Atlet yang punya prestasi juara kalau bisa jadi PNS, TNI, POLRI, atau BUMN. Itu asli terjamin. Era tahun 1980 ke sini sudah tidak ada itu. Akhirnya kita tumbang dan turun prestasi Indonesia. Kemarin Menpora kita dorong terus."

"Pak kalau kita nggak kembali ke zaman dulu lagi yang berprestasi, karena atlet butuh jaminan masa tua”, kata Rudy, Sabtu malam.

Rudy pun memberi contoh beberapa atlet berprestasi yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah.

“Saya beri contoh sederhana saja, Ellyas Pical si juara dunia jadi satpam apa kita nggak nangis? Bambang Hariyanto meninggal hanya sebagai operator pom bensin."

"Hal-hal seperti itu mohon diperhatikan. Kalo semua didorong oleh presiden dan menpora, atlet berprestasi jaminan masa tuanya jadi PNS, TNI, POLRI, atau BUMN,” ujar dia.

Zaskia Gotik Ajak Warga dan Peserta Porwaso 2018 Bergoyang di Lapangan Kottabarat Solo

Wali kota juga buka-bukaan mengapa hal itu ia sampaikan kepada para atlet.

“Itu kenapa saya sampaikan ke adik-adik? Karena ketika ke pak mentri memberikan bonus pada Liliyana dan Tontowi Ahmad sekian milyar dan gaji 20 juta seumur hidup. Pak njenengan emosi itu. Yaudah kita jadikan PNS aja sekarang."

"Terus kendalanya Liliyana itu gak punya ijazah karena SD enggak lulus, ya sudah ini khususon dan tak paksa terus. Trus nanti suruh apa? Ya suruh ngelatih. Daripada 20 juta x 2 kan 40, kan dapat 8 PNS kalo gajinya 5 juta"

"Akhirnya berpikir Pak Menteri, akhirnya tahun kemarin yang atlet disabilitas juga dapat, kalau nggak salah kemaren 75 orang yang jadi PNS”, pungkas Rudy. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved